Religi

Ustadz Abdul Somad Urai Perintah Ibadah Haji, Sesuai yang Dilakukan Nabi SAW

Penceramah Ustadz Abdul Somad menguraikan anjuran ibadah haji sesuai yang dilakukan Nabi Muhammad SAW

Tayang:
Penulis: Mariana | Editor: Edi Nugroho
Capture youtube Para Pejalan
Penceramah Ustadz Abdul Somad menguraikan anjuran ibadah haji sesuai yang dilakukan Nabi Muhammad SAW 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penceramah Ustadz Abdul Somad menguraikan anjuran ibadah haji sesuai yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.

Dalam perjalanan ibadah Rasulullah SAW, dipaparkan Ustadz Abdul Somad ibadah haji yang dilaksanakan hanya satu kali seumur hidup.

Ibadah haji yang dilakukan Nabi SAW, Ustadz Abdul Somad menyampaikan disebut dengan Haji Wada, yaitu haji yang pertama dan terakhir bagi Rasulullah SAW.

Sebagaimana diketahui, saat ini ada wacana dari pemerintah untuk melarang masyarakat muslim Indonesia yang berhaji lebih dari satu kali.

Baca juga: Mendidik Anak Didasari dengan Keimanan Dijabarkan Ustadz Adi Hidayat, Dicontohkan Alim Ulama

Ini sebab daftar tunggu atau antrean haji di Indonesia sangat lama, sehingga dengan adanya wacana larangan haji lebih dari satu kali dapat memberikan kesempatan kepada sesama muslim lainnya terutama lansia untuk beribadah haji.

Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima, namun syaratnya adalah wajib bagi yang mampu.

Tak semua kaum muslimin dapat secara mudah melaksanakan haji, hendaknya bagi yang memiliki rezeki lebih bisa berangkat ke tanah suci.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan selama hidupnya Nabi Muhammad SAW hanya sekali melakukan ibadah haji yang disebut Haji Wada.

"Haji yang dilakukan Nabi SAW haji yang pertama dan terakhir atau penutup, karena dua bulan setelah itu beliau meninggal dunia pada bulan Rabiul Awal," terang Ustadz Abdul Somad dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Para Pejalan.

Hikmah yang dapat dipetik kaum mukminin mengenai hal tersebut yakni berupaya mencari rezeki sebanyak-banyaknya lalu menunaikan ibadah haji cukup sekali saja.

Bagi umat Islam yang memiliki kecukupan materi dan sudah mampu melaksanakan ibadah haji atau menyetor dana haji untuk berangkat selanjutnya, maka cukup sekali itu saja beribadah haji.

Jika ada kelebihan harta maupun uang Ustadz Abdul Somad mengimbau sebaiknya digunakan untuk kemaslahatan umat, bersedekah, membangun mesjid, atau membantu program dakwah di daerah terpencil.

"Cukup sekali haji, jangan dua tiga kali, ini kadang banyak yang pergi haji, menganggap pergi haji sebelumnya kurang puas, bukan kurang puas ibadah, tapi shoppingnya," ujar Ustadz Abdul Somad.

Namun hal ini sebab ada pasar di antara hotel menuju mesjid yang ada di Mekkah, Ustadz Abdul Somad menuturkan hal ini bisa jadi memicu jamaah haji untuk berbelanja.

Sementara untuk ibadah umroh, Ustadz Abdul Somad mengaku dirinya rutin sekali setahun melaksanakannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved