Berita HST
Selama Peringatan Maulid, Harga Bahan Pokok di Kabupaten HST Stabil
Harga Bahan pokok di pasaran selama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Hulu Sungai Tengah stabil.
Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Harga Bahan pokok di pasaran selama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Hulu Sungai Tengah stabil.
Hal ini diungkapkan Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) HST, Rafianorrahman melalui Kasi Pembinaan Usaha Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, Bagus Hilwiyah, saat dihubungi Banjarmasinpost.co.id, Kamis, (28/09/2023).
Bagus mengatakan berdasarkan hasil pengecekan pasar selama maulid atau bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, harga bahan pokok di pasaran tidak ada perubahan signifikan alias stabil.
"Hanya memang ada empat harga bahan pokok yang mengalami penurunan seperti daging ayam kampung, kacang kedelai ex impor dan lokal serta ikan haruan atau gabus," jelasnya.
Baca juga: Beredar Link Tilang Elektronik Melalui WhatsApp, Polres HST : Itu Penipuan
Baca juga: Tiga Hari Berturut-turut Disnak Keswan Tala Pasok Air Bersih Kepada Warga, Hari Ini Perguruan Silat
Bagus mengatakan untuk harga daging ayam kampung turun dari Rp. 50.000 menjadi Rp.47.000, kacang kedelai ex impor turun dari Rp 27.000 menjadi Rp. 20.000 dan lokal turun dari Rp.30.000 menjadi Rp. 20.000 serta ikan haruan turun dari Rp. 45.000 menjadi Rp. 40.000.
"Sementara harga bahan pokok yang sedikit mengalami kenaikan itu daging ayam ras dari Rp. 20.000, naik menjadi Rp. 23.000," jelasnya.
Ia mengakui bahwa selama bulan maulid ini Disdag HST melakukan monitoring harga pasar secara rutin.
"Monitoring rutin ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga bahan pokok di pasaran," jelasnya.
Ia mengakui melalui monitoring ini, Disdag dapat melakukan control dan update data, apabila ada perubahan harga bapok dan bahan penting lainnya di pasaran. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Pasar-Agrobisnis-Modern-Murakata-di-Kota-Barabai-Kabupaten-Hulu-Sungai-Tengah1.jpg)