Berita Banjarmasin
Terindikasi ISPA, Siswa dan Guru di SMAN 1 Banjarmasin Alami Mual, Batuk dan Pusing-pusing
Kepala SMAN 1 Banjarmasin menyebut ada siswa dan juga guru yang merasa mual, batuk, flu dan pusing-pusing. Mereka ini terindikasi ISPA
Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan (Kalsel) menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Hal ini terkait dengan adanya kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Kalsel, yang diakibatkan adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
PJJ sendiri sejatinya diberlakukan sejak hari ini Kamis (5/10/2023), dan berlaku untuk SMA SMK serta satuan pendidikan lainnya.
Dan dari pantauan Banjarmasinpost.co.id, ternyata masih ada siswanya hadir di sekolahnya. Misalnya di SMAN 1 Banjarmasin.
Baca juga: Sebut PJJ Banyak Dikeluhkan, Wali Kota Banjarbaru Pilih Terapkan Penyesuaian Jam Belajar
Baca juga: Asap di Perairan Barito Menghilang, Warga Desa Bahalayung Batola Ini Heran Putranya Jalani PJJ
Baca juga: Kabut Asap Karhutla - Mulai 5 Oktober 2023, Disdikbud Kalsel Berlakukan PJJ ke SMA, SMK dan SLB
Namun siswa di SMAN 1 Banjarmasin ini tidak melakukan aktivitas atau kegiatan belajar mengajar, melainkan mengikuti kegiatan terkait pemilihan Ketua OSIS.
Kepala SMAN 1 Banjarmasin, Fery Setiawan menerangkan bahwa persiapan untuk kegiatan pemilihan Ketua OSIS sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelum SE PJJ diterbitkan, termasuk sewa tenda dan lain sebagainya.
Kemudian pada Rabu (4/10/2023) terbit imbauan PJJ, sehingga pihaknya pun meminta izin dengan Disdikbud Kalsel untuk melakukan kegiatan pemilihan Ketua OSIS.
"Jadi kami sudah meminta izin ke Disdikbud dan MKKS, karena ada pelaksanaan pesta demokrasi sekalian penguatan profil pelajaran Pancasila," katanya.
Dibeberkan juga oleh Fery bahwa sejatinya kegiatan dilaksanakan akan dilaksanakan selama dua hari atau hingga besok Jumat (6/10/2023).
"Tapi karena adanya himbauan PJJ maka kegiatan pemilihan Ketua OSIS kami padatkan menjadi satu hari ini saja. Sehingga besok sudah dilaksanakan PJJ sambil menunggu perkembangan berikutnya," jelasnya.
Fery pun menyambut positif adanya kebijakan dari Pemprov Kalsel melalui Disdikbud yang menginstruksikan dilaksanakannya PJJ.
Baca juga: Terdampak Kabut Asap, 250 Siswa SMA Banua Dipulangkan dari Asrama, Jalani PJJ dari Rumah
Pasalnya diakui juga oleh Fery bahwa adanya kabut asap yang melanda Banjarmasin beberapa waktu ini, juga berdampak terhadap kesehatan warga di lingkungan sekolah.
Diakuinya, memang ada siswa dan juga guru yang merasa mual, batuk, flu dan pusing-pusing dan indikasinya terkena ISPA akibat kabut asap.
"Dan sepertinya ada peningkatan atau lebih banyak dari biasanya, dan untuk guru ada dua orang yang terindikasi ISPA. Makanya kami sempat mau mengusul dilakukan PJJ saja, dan ternyata belum diusulkan sudah terbit SE PJJ," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Siswa-di-SMAN-1-Banjarmasin-pulang-dari-sekolah.jpg)