Berita Banjarmasin

Dokter Spesialis Saraf Ungkap Tips Mencegah Serangan Stroke

Menurut Dokter Spesialis Saraf RSUD Ulin Banjarmasin, dr Fakhrurrazy MKes SpN, serngan stroke terjadi karena adanya faktor risiko yang menyebabkan

ISTIMEWA
dokter saraf RSUD Ulin, dr Fakhrurrazy MKes SpN 


BANJARMASINPOST.CO.ID, BPOST - Penyakit stroke ini memang cenderung meningkat setiap tahunnya. Baik data global, data di Indonesia, maupun di Kalimantan Selatan. Khususnya Banjarmasin.

Kenapa cenderung meningkat? Menurut Dokter Spesialis Saraf RSUD Ulin Banjarmasin, dr Fakhrurrazy MKes SpN, itu karena adanya faktor risiko yang bisa menyebabkan terjadinya stroke. Ada lima faktor utamanya. Yaitu hipertensi, kencing manis, kolesterol tinggi, merokok, dan gangguan jantung.

Masyarakat sebaiknya harus menghindari hal yang menjadi faktor risiko itu. Baik mengubah gaya hidup ke yang lebih baik lagi, menjaga pola makan, dan olahraga.

Sementara untuk usia yang paling sering kena itu biasanya di usia 50 tahun ke atas. Tetapi kecenderungannya, semakin ke sini, semakin banyak pasien stroke yang masih berusia di bawah 50 tahun. Jadi tidak menutup kemungkinan, yang muda juga berpotensi kena stroke.

Ada berbagai macam kondisi klinis pada stroke ini. Mulai dari stroke ringan seperti kebas, namun tidak ada kelumpuhan. Sampai mengakibatkan kematian.

Untuk stroke yang menyebabkan kematian adalah stroke jenis pendarahan. Sementara untuk stroke jenis sumbatan biasanya tidak mengancam jiwa tapi menyebabkan kecacatan dan kelumpuhan.

Kemudian, apakah pasien bisa sembuh? Jadi untuk kasus stroke sumbatan, dalam rentang kurang dari 4,5 jam, ada yang namanya trombolisis. Itu menghancurkan bekuan sumbatannya dengan obat-obatan.

Jika sumbatannya itu dapat dihilangkan, harapannya tidak ada keluhan yang timbul. Dengan catatan harus sebelum 4,5 jam.

Kalau sudah lewat 4,5 jam, maka kemungkinannya sulit untuk sembuh sempurna. Kebanyakan kalau sudah lumpuh maka yang bisa diharapkan hanya membaik. Namun, untuk kembali ke kondisi semula itu sulit. Karena sudah ada kematian sel-sel otak.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved