Tajuk

Atensi untuk Tim Putri

TIM putri cabang sepak bola dan futsal tampil tak berdaya. Tim sepak boa Kalsel dicukur 10-0 oleh tuan rumah. Begitu pula, tim futsal kalah 10-0

Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Dok
Tajuk : Atensi untuk Tim Putri Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID - HASIL buruk dan memalukan itu datang dari dua cabang olahraga populer di Tanah Air, yakni sepak bola dan futsal. Dan sejauh ini, merupakan catatan paling kelam bagi Kalimantan Selatan.

Betapa tidak. Pada babak kualifikasi sepak bola Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang digelar di Stadion Tuah Pahoe Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (23/10) sore, tim sepak bola putri Banua benar-benar tak berdaya.

Mereka kalah 10-0 saat melawan tuan rumah. Satu pemain lawan, Satriana, bahkan memborong empat gol. Asa untuk bangkit di pertandingan kedua, Rabu (25/10) hanya angan belaka. Hal yang terjadi Kalsel dihajar Kalimantan Timur, 11-0. Fransiska Susanti dan Fransisca Bella masing-masing membikin empat gol. Sisanya dibagi pemain lain.

Hasil yang bukan hanya membuat tim Kalsel gagal tampil di PON Aceh dan Sumatera Utara tahun depan. Lebih dari itu, kekalahan dengan skor besar tersebut menjadi torehan terburuk peserta Pra-PON sejauh ini.

Pelatih Indra Syafrudin mengungkapkan, timnya terbentuk dua hari sebelum berlaga. Keikutsertaan mereka hanya untuk memenuhi kewajiban sebagai insan sepak bola. Dia berharap hasil itu jadi gambaran bagi pemerintah daerah untuk benar-benar memperhatikan kesiapan tim.

Senin (30/10) datang lagi kabar menyedihkan dari arena futsal. Tim putri Kalsel yang bertindak sebagai tuan rumah babak kualifikasi PON 2024, dipermalukan tim tamu, Jawa Barat, dengan skor 0-10.

Pelatih Wahyu Ramadhan mengatakan, hasil ini jauh dari yang mereka harapkan. Padahal waktu persiapan tim selama empat bulan dirasa cukup. Namun, kualitas pemain Jabar lebih bagus dan 75 persen merupakan penggawa timnas Indonesia.

Apa pun penjelasan kedua pelatih, pengurus kedua cabang olahraga tersebut wajib melakukan evaluasi secara total dan ‘kejam’ kalau perlu. PSSI Kalsel yang juga membawahi federasi futsal harus mengadakan pertemuan khusus, membahas masalah ini secara super serius. Kalau tidak, sepak bola dan futsal Banua akan begini terus.

Untuk pemain futsal, sejumlah daerah punya para pemain terbaik yang tahun lalu tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalsel XI di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) 2022. Artinya, dari segi materi, tidaklah kekurangan.

Selanjutnya, federasi mengontrak pelatih profesional yang punya program jelas dan menjanjikan hasil bagus. Bagus lagi andai ada kompetisi yang teratur. Jadi tidak hanya bergantung pada kejuaraan provinsi yang setahun sekali. Uji coba ke luar daerah perlu dilakukan untuk mengukur kemampuan dan hasil latihan. Terakhir, tentu saja asupan gizi dan ‘apresiasi’ bagi pemain, pelatih dan ofisial. Bagus lagi ada bonus atau reward lainnya yang membuat terus semangat menampilkan yang terbaik. Yakinlah, usaha tak akan khianati hasil. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved