Simposium Nasional IKN

Simposium Nasional IKN: Potensi Perdagangan Karbon di Kalsel, Fajar Desira: Bandingkan Kalteng

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar menyebut, jika Kalimantan Selatan bisa mengembangkan untuk perdagangan karbon.

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Aya Sugianto
Simposium Nasional IKN di gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kamis (9/11/2023). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalimantan Selatan, Nurul Fajar menyebut, jika Kalimantan Selatan bisa mengembangkan untuk perdagangan karbon.

Terlebih di Kalimantan Selatan memiliki 45 persen hutan. Selain itu, 6 persen diantaranya rawa gambut. Ditambah lagi 6 persen garis pantai dengan hutan mangrove.

“Jadi kalau ditotal itu mencapai 60 persen,” katanya saat Simposium Nasional IKN di Gedung Mahligai Pancasila, Kamis (9/11/2023).

Ia menyebut dengan modal yang cukup besar. Mampu menghasilkan banyak karbon. Dengan begitu usaha perdagangan karbon menjanjikan di Kalimantan Selatan.

Hal ini mengacu pada Perusahaan swasta di Kalimantan Tengah yang sukses dengan perdagangan karbon. Bahkan, omzetnya mencapai triliunan. Bahkan usaha perdagangan karbon ini sudah dilakukan selama 20 tahun.

Baca juga: Tiga Paket Sabu Diblender di Kantor BNN Kabupaten Hulu Sungai Utara, Dua Pelaku Dibekuk

Baca juga: Kampanye Lewat Medsos Dibatasi, Parpol di Kalsel Boleh Maksimal Daftarkan 20 Akun Setiap Platform

“Dengan hutan yang cukup luas ini bisa menjadi penghasilan. Bahkan Kalimantan Timur sudah mendapat bantuan dari Bank Dunia Rp 1,7 triliun. Bantuan ini terkait komitmen agar tidak menebang pohon,” jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved