Serambi Ummah
H Ahmad Sya’rani Lakukan Dakwah Lewat Madihin
Budayawan madihin Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan H Ahmad Sya’rani berdakwah lewat madinih, ini katanya
BANJARMASINPOST.CO.ID -BERDAKWAH bisa menggunakan beragam media. Tak melulu ceramah atau tausiah. Hal ini untuk menghilangkan kebosanan pada jemaah. Bila H Rhoma Irama melalui lagu yang liriknya penuh makna, maka dai satu ini mengolaborasikan budaya Banjar dan ajaran Islam.
Di Kota Banjarmasin atau bahkan Kalimantan Selatan, sosok H Ahmad Sya’rani dikenal sebagai budayawan madihin.
Lebih jauh mengenai ASN di Kantor Kemenag Kota Banjarmasin ini, berikut petikan wawancaranya dengan Serambi Ummah.
Apa yang tujuan Anda berdakwah?
Tujuan saya berdakwah yakni menyampaikan ilmu agama. Baik itu dari tempat yang satu ke tempat lainnya. Jelas tujuannya agar mereka bisa memahami pentingnya pengetahuan agama.
Kapan mulai berdakwah melalui madihin?
Saya berdakwah dengan madihin sejak 2005. Sampai sekarang saya memadukan antara ceramah dan seni.
Mengapa madihin yang dipilih?
Madihin merupakan kebudayaan asal Banjar. Mudah dipahami oleh masyarakat Banua. Selain itu, pembawaan madihin dengan syair membuat orang merasa tidak diceramahi. Sebenarnya bermadihin saya lakukan sejak lama. Hanya saja berdakwah dengan madihin sejak 2005.
Awalnya, dakwah dengan bermadihin saya pilih saat saya bertugas saat itu di Panyipatan Kabupaten Tanahlaut. Di sana tidak hanya ada warga Banjar. Melainkan banyak suku. Agar lebih mudah dipahami saya membawakan dakwah dengan bermadihin menggunakan Bahasa Indonesia. Ternyata itu efektif dan disukai warga di sana.
Dakwah dengan madihin sampai kemana saja?
Dakwah dengan madihin sudah ke-13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Termasuk di Provinsi Kalimantan Tengah. Bahkan terbaru, dakwah sambil bermadihin di Istana Negara dan bertemu Presiden Joko Widodo pada Oktober lalu.
Saya juga pernah dakwah dengan madihin ke negara lain. Seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, hingga Hong Kong pada September lalu.
Di Makkah dan Madinah juga pernah. Tapi saat itu memang sebagai pendamping haji.
Apakah ada kesulitan saat berdakwah dengan madihin?
Berdakwah dengan madihin tentu ada kesulitan. Sama halnya berdakwah dengan metode lainnya.
Terkadang dengan metode madihin ini anak kecil tidak mudah mencerna. Sehingga dengan bahasa anak-anak yang mudah dimengerti. Akhirnya mereka ikut bernyanyi lewat madihin. Mereka diajak bermain dahulu agar pesan dakwahnya masuk.
Apa tujuan dakwah dengan madihin?
Agar mudah dipahami serta menjelaskan bahwa Islam agama yang damai. Bahkan, saya juga bermadihin saat pelaksanaan Pentahbisan Uskup belum lama tadi.
Dengan madihin artinya menjelaskan bila Islam agama yang damai. Penjelasannya fungsi agama. Jadi dakwah tidak melulu tentang mengajak orang masuk Islam. Tapi juga kedamaian. Itu juga yang saya jelaskan saat diundang ke kegiatan keagamaan lainnya. (wie)
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/H-Ahmad-Syarani.jpg)