Yayasan Adaro Bangun Negeri
Adaro Group Aktif Jalin Kolaborasi, Tangani Stunting Menuju Indonesia Emas
Melalui program Bapak/Bunda Asuh Stunting, Adaro Group konsekwen melakukan upaya untuk penanganan stunting di Kabupaten Tabalong
Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Irfani Rahman
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG- Berbagai upaya untuk penanganan stunting di Kabupaten Tabalong terus dilakukan oleh Adaro Group. Satu di antaranya melaksanakan kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat dan menggerakkan kader stunting di desa.
Melalui program Bapak/Bunda Asuh Stunting yang dijalankan setahun belakangan, berhasil menurunkan angka stunting di Kabupaten Tabalong. Didukung pula gerakan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Tabalong.
Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi Bapak/Bunda Asuh Stunting dan pertemuan stakeholder lintas sektor yang merupakan program percepatan penurunan stunting Kabupaten Tabalong 2023, puluhan kader pun terlibat pada acara tersebut.
Selain itu ada pula tim fasilitator kecamatan yang turut serta aktif dalam program stunting.
Baik kader dan fasilitator, mendapat penghargaan penurunan stunting oleh Adaro Group. Ada pula penyerahan bantuan PMT kepada penerima manfaat.
Merujuk data penanganan stunting di Kabupaten Tabalong yang dilakukan oleh Adaro Group, setidaknya ada 10 desa dan kelurahan yang menjadi sasaran balita stunting dan ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Meliputi Kelurahan Mabuun, Kelurahan Pembataan, Banyu Tajun, Belimbing Raya, Desa Bangkiling Raya, Muara Uya, Jangkung, Sulingan, Maburai dan Tumbang
Sementara jumlah sasaran yang berhasil ditangani sebanyak 515 balita dan 35 ibu hamil dengan kondisi KEK.
Dalam penanganannya, para kader pun harus berhadapan dengan orang-orang yang berbeda karakternya. Sehingga kader juga dituntut untuk memahami dan memberikan edukasi dengan maksimal.
Kendati demikian, para kader merasa senang bisa terlibat secara langsung sebagai kader penurunan stunting di Kabupaten Tabalong.
Sebagaimana yang diutarakan oleh Kader Stunting dari Posyandu, Sri Wahyuni, ia begitu senang bisa ikut berperan aktif dalam penanganan stunting, meski ada suka duka di lapangan.
Baginya, hal tersebut juga menambah wawasan dan dapat menjalin tali silaturahmi kepada penerima manfaat.
Menjadi kader kata Sri dituntut untuk lentur dan pandai berkomunikasi serta pandai melakukan pendekatan. Sehingga secara tepat dapat memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat dan apa yang disampaikan pun tepat sasaran.
Sri juga menyampaikan ucapan terimakasih pada Adaro Group khususnya Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) karena melaksanakan program tersebut.
"Mudah-mudahan ke depannya kegiatan penurunan stunting ini semakin bermanfaat dan apa yang kami sampaikan kepada dampingan kami juga lebih mendapatkan manfaatnya," harap Sri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Section-Head-Yayasan-Adaro-Bangun-Negeri-Deri-Anggraeni-menyerahkan-bantuan.jpg)