Berita Tabalong
Ratusan Rumah Terendam di Binturu Kelua Tabalong, Ketinggian Debit Air Bertambah
Banjir makin meninggi di Desa Binturu, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, pada hari kelima, Sabtu (6/1). Jumat (5/1).
Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Edi Nugroho
BANJARMASIMPOST.CO.ID,TANJUNG - Banjir makin meninggi di Desa Binturu, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, pada hari kelima, Sabtu (6/1). Jumat (5/1), ketinggian air di jalan raya RT 1 sudah sepinggang orang dewasa atau kurang lebih satu meter.
Jika sebelumnya hanya beberapa rumah yang terendam, kini lebih dari 100 rumah. Bahkan ada rumah yang terendam hingga 50 sentimeter dari lantai.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong bersama anggota TNI, Polri Unit Penanggulangan Bencana Swadaya (UPBS) serta aparat desa pun kembali turun untuk evakuasi warga yang rumahnya terdampak.
Kalak BPBD Tabalong Hariz Fakhrozi secara langsung meninjau ke lokasi. Ia didampingi anggota Polsek dan Koramil Kelua. Selain evakuasi, 14 personel Koramil juga turut membagikan konsumsi kepada warga terdampak.
Baca juga: Lubang Lantai Jembatan Kualatambangan Tanahlaut Meluas, Kades Langsung Inisiasi Beli Material Urug
Baca juga: Pemancing Ditemukan Meninggal Area Pinus 1 Waduk Riam Kanan Banjar, Jasad Diantar ke Rumah Duka
Dapur umum yang dibuka pun menjadi tempat berkumpulnya warga untuk bergotong royong memasak bagi warga lainnya yang kebanjiran.
Danramil Kelua Peltu Fajar Sehani menyampaikan air semakin meninggi sejak Sabtu pagi. Sejumlah anggota TNI dikerahkan, bersama dengan jajaran BPBD dan kepolisian.
"Untuk kondisi banjir terkini, ketinggian debit air bertambah dan rumah yang terdampak sementara mencapai 167 unit," kata Peltu Fajar.
Banjir juga menghambat akses jalan raya di Desa Binturu yang menghubungkan ke desa lainnya.
Selain di Desa Binturu, untuk Kecamatan Kelua terdata ada dua desa yang juga terdampak banjir, yakni Karangan Putih dan Bahungin.
Seperti diberitakan sebelumnya, banjir juga melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Banjir di Desa Masiraan, Kecamatan Pandawan, Jumat, meningkat. Pada hari itu, Sekretaris Desa Masiraan Suhaili mengatakan ketinggian air di kisaran 20 sampai 80 sentimeter. “Untuk ketinggian 80 sentimeter, itu menggenangi akses jalan desa, sehingga jalan di desa kami terputus,” kata Suhaili.
Baca juga: Kebutuhan Pengawas TPS di Jejangkit Batola Belum Tercukupi, Pendaftaran Diperpanjang Dua Hari
Sebagian rumah warga juga ada yang terendam sampai ke dalam rumah, meliputi 15 keluarga Sedangkan rumah warga lainya hanya tergenang di bagian teras.
Unuk SDN Masiraan, sampai sekarang pihak sekolah terpaksa meliburkan siswanya dengan alasan keamanan, karena ketinggia air di halaman sekolah cukup tinggi. “Kemarin ada pihak Disdik meninjau ke sekolah,” ungkap Suhaili. (Banjarmasinpost.co.id/yanti)
| Isi Hadiah Sayembara Bagi Warga yang Bisa Menangkap Pelaku Pembuang Sampah di Tabalong Kalsel |
|
|---|
| Dua Rumah di Kelurahan Agung Terbakar, Polres Tabalong Imbau Warga Waspada Cuaca Panas |
|
|---|
| Spanduk 'Tangkap Pelaku Buang Sampah Liar, Anda Kami Bayar,' Terpampang di Gambah Tabalong |
|
|---|
| PKB Tabalong Gelar Muscab, Momentum Lakukan Evaluasi dan Konsolidasi |
|
|---|
| Geger Kobaran Api di Tanta Tabalong, Sekretariat Karang Taruna Hangus Terbakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Personel-TNI-dan-Polri-bersama-UPBS-m-asdd.jpg)