Prakiraan Cuaca

Kalsel, Kalteng, Jogja hingga Jateng Ada Peringatan Dini, ini Prakiraan Cuaca Hari Minggu—Senin

Cuaca hari ini, Kecepatan angin maksimum sistem ini mencapai 20 knots dengan tekanan minimum 995 hPa dan pergerakan ke arah barat.

Editor: Rahmadhani
FOTO ZULPUADDIN UNTUK BPOST GROUP
Ilustrasi - Satu rumah milik Zainudin di Desa Bawahlayung roboh terdampak angin kencang, Sabtu (20/1) dinihari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem hari ini, Minggu (21/1/2024).

Dikutip dari laman resmi BMKG, Siklon Tropis Anggrek terpantau di Samudra Hindia Barat Daya Bengkulu dengan kecepatan angin maksimum 45 knots, tekanan 993 hPa, dan pergerakan ke arah Barat Laut menjauhi wilayah Indonesia.

Siklon tropis ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di sekitar siklon tropis, serta menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) di sekitar siklon tropis.

Intensitas Siklon Tropis Anggrek berada di Kategori 1 dalam 24 jam kedepan dan bergerak ke arah Barat Laut, menjauhi wilayah Indonesia.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 99S terpantau berada di daratan Australia bagian utara.

Kecepatan angin maksimum sistem ini mencapai 20 knots dengan tekanan minimum 995 hPa dan pergerakan ke arah barat.

Baca juga: Ditinggalkan Penghuninya Kerja di Desa Lain, Rumah di Bawahlayung Tanahlaut Ambruk Diterjang Angin

Bibit Siklon Tropis 99S ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di sekitar bibit siklon tropis 99S, Laut Bali hingga Laut Banda, serta menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) dari Laut Jawa hingga Laut Bali, Laut Banda hingga Laut Arafuru, dan di Australia bagian utara.

Potensi bibit untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah.

Daerah konvergensi lain terpantau memanjang di Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Kalimantan Barat hingga Perairan Utara Kalimantan, Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat bagian selatan, Laut Sulawesi hingga Sulawesi Utara, Laut Filipina hingga Laut Maluku, Laut Seram, Samudera Hindia utara Papua Barat hingga Papua Barat.

Daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau berada dari Laut Jawa hingga Laut Arafuru. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar siklon tropis/bibit siklon tropis/sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah low level jet/konvergensi/konfluensi tersebut.

Baca juga: BMKG: Sepekan ke Depan Akan Terjadi Hujan Lebat Hingga Sangat Lebat

Peningkatan kecepatan angin hingga mencapai >25 knot, terpantau di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina, yang mampu meningkatkan ketinggian gelombang di wilayah perairan sekitarnya.

Simak inilah beberapa wilayah yang berpotensi hujan dan hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir hingga angin kencang, dikutip dari bmkg.go.id:

Minggu, 21 Januari 2024

Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved