Berkah Ramadan

Inspirasi Ramadan : Tak Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga

Puasa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga wajib menjaga pembicaraan dan perbuatan

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi
Ketua MUI Banjarbaru, KH Nur Syahid Ramli. 

Oleh : KH Nur Syahid Ramli Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Banjarbaru

BANJARMASINPOST.CO.ID - Puasa telah menjadi ibadah yang diwajibkan oleh Allah SWT. Seperti mana diperintahkan dalam Surah Al-Baqarah, yang artinya “wahai orang-orang yang beriman, difardukan kepada kamu berpuasa, seperti difardukan kepada orang-orang sebelum kamu, supaya kamu bertakwa kepada Allah SWT.”

Kemudian, bahwa siapa yang melihat dengan bulan, maka berpuasalah kamu dan wajiblah kamu berpuasa dengan sebab melihat hilal Ramadan.

Bila sesuatu hal oleh Allah SWT telah difardukan kepada kita, maka sudah seharusnga kita wajib melaksanakannya dengan memelihara pembicaraan, dan perbuatan daripada hal-hal yang terlarang.

Janganlah saat berpuasa, melakukan hal yang bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Sebab puasa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga wajib menjaga pembicaraan dan perbuatan.

Dari Abu Huraira RA, Rasulullah SAW telah bersabda yang artinya; apabila kamu sudah masuk dalam berpuasa, maka janganlah kamu berkata porno atau berbuat yang porno, demikian juga kamu jangan berkata kasar.

Apabila ada seseorang yang mencela atau menghina kamu, maka katakanlah bahwa kamu sedang berpuasa, kemudia tidak melakukan pembalasan atau menyimpan dendam.

Sebab perbuatan membalas penghinaan dari orang lain, bukan perbuatan yang baik, terlebih lagi saat kita dalam keadaan berpuasa.

Hadits lain juga menjelaskan, apabila seseorang tidak mau meninggalkan perkataan buruk atau perbuatan yang dilarang, maka Allah SWT tidak akan menerima ibadah puasanya.

Sama seperti halnya ibadah haji, kita dilarang melakukan perbuatan maupun perkataan yang dilarang oleh ajaran Islam. Bila tetap melakukannya, maka Allah SWT tidak akan memberikan balasan terhadap ibadahnya tersebut.

Berapa banyak orang yang melakukan puasa, tetapi tidak mendapatkan balasan dari Allah SWT, mereka hanya mendapatkan rasa lapar dan haus, karena tidak bisa menjaga perkataan dan perbuatannya.

Maka dari itu, laksanakanlah puasa dengan tetap mejaga perkataan dan perbuatan, agar mendapatkan nilai di sisi Allah SWT.

Pada Bulan Suci Ramadan, satu kebaikan yang kita lakukan saat bwepuasa, maka akan mendapatkan nilai 10 kali kebaikan oleh Allah SWT.

Semoga kita dapat menjaga perkataan dan perbuatan selama melaksanakan ibadah puasa. Mudah-mudahan kita semua mendapatkan taufik dan hidayah kepada kita semua, agar bisa melaksanakan puasa dengan penuh keimanan. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved