Sepal Bola

Antonio Rudiger & DFB Jerman Marah Setelah Muslim Taat Itu Dikaitkan Teroris Saat Ramadhan 2024

Antonio Rudiger dan DFB Jerman mengambil tindakan hukum setelah bintang Jerman itu dikaitkan dengan organisasi teroris saat posting ramadhan 2024

|
Editor: Khairil Rahim
X Antonio Rudiger
Antonio Rudiger memposting pesan kepada para pengikutnya di awal Ramadhan 2024, salah satu periode penting dalam kalender Islam 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Antonio Rudiger dan Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengambil tindakan hukum setelah bintang Jerman itu dikaitkan dengan organisasi teroris.

Awal bulan ini, Rudiger, seorang Muslim taat, memposting foto dirinya mengenakan jubah putih di atas sajadah di Instagram.

Mengarahkan jari telunjuk tangan kanannya ke arah langit. Dengan ucapan Ramadhan : 'Semoga Yang Maha Kuasa menerima puasa dan doa kita.'

Pada hari Minggu, mantan editor BILD Julian Reichelt memposting di X: 'Bagi semua orang yang tidak ingin mengakui sapaan Islamis Antonio Rüdiger sebagai sapaan Islamis:

Baca juga: Chelsea Temukan Rudiger Mereka Sendiri saat Enzo Fernandez dan Gallagher Berbagi Momen Spesial

Baca juga: Chelsea Temukan Rudiger Mereka Sendiri saat Enzo Fernandez dan Gallagher Berbagi Momen Spesial

"Kantor Federal untuk Perlindungan Konstitusi menyebut isyarat ini sebagai 'jari ISIS' dan melihatnya jari telunjuk sebagai tanda yang jelas dari Islamisme.'

Kini Rudiger telah mengajukan tuntutan pidana ke kantor kejaksaan Berlin , dan DFB juga telah melaporkan kasus tersebut ke Kantor Pusat Pemberantasan Kejahatan Internet (ZIT) di Frankfurt/Kantor Kejaksaan Utama.

Bintang Real Madrid itu merasa difitnah dan difitnah karena foto Instagram di awal bulan puasa Ramadhan.

Saat ditanya, Rudiger mengaku belum mau berkomentar pada Senin malam.

Jerman menghadapi Belanda dalam pertandingan persahabatan di Frankfurt pada Selasa malam.

Pada hari Senin, Rudiger mengajukan tuntutan pidana terhadap Reichelt ke kantor kejaksaan Berlin, 'karena penghinaan atau fitnah, penghinaan dan hasutan yang menghasut,' sebagaimana dinyatakan dalam pengaduan tersebut.

DFB juga mengajukan pengaduan dan melaporkan tweet Reichelt ke kantor kejaksaan sebagai 'perkataan kebencian'. BILD juga menerima surat dari pengacara Rudiger.

Dalam suratnya kepada pemimpin redaksi BILD Marion Horn, mereka 'memperingatkan' terhadap 'pernyataan yang menghasut yang merugikan klien kami'.

Dilansir Dailymail.co, Reichelt mengeluarkan tanggapan pada X pada Senin malam di mana dia menggandakan pernyataannya atas sikap Rudiger.

Dia menulis: 'Isyarat ini telah sepenuhnya dikooptasi oleh teroris selama dua dekade terakhir.

"Tidak diragukan lagi, hal ini telah menjadi sapaan bagi ISIS dan para pembunuh Islam di seluruh dunia, terhadap orang-orang yang juga melakukan pembunuhan di Berlin dan membawa bencana serta penderitaan yang tak terukur bagi dunia.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved