Kalsel Maju

Dishub Kalsel Bakal Usulkan Pembangunan PJU di Perbatasan HST, Fitri: Dilakukan Secara Bertahap

Ini kata Kepala Dishub Kalsel, M Fitri Hernadi mengenai penerangan jalan umum (JPU) di perbatasan Hulu Sungai Tengah

|
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki
Kepala Dishub Kalsel, M Fitri Hernadi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Minimnya penerangan pada jalan yang ada di wilayah perbatasan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel) jadi perhatian.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Selatan (Kalsel) berjanji bakal mengupayakan adanya penerangan jalan umum (PJU). Pihaknya akan mengusulkan anggaran perubahan tahun 2024.

“Akan kita coba bantu diusulan anggaran perubahan 2024 ini, mudah-mudahan bisa diakomodir oleh Pemerintah Provinsi untuk membantu jaminan keselamatan di jalan nasional tersebut,” kata Kepala Dishub Kalsel, M Fitri Hernadi, Sabtu (20/4/2024).

Jika melihat kondisi di lapangan, Fitri menyebut, perlu satu PJU untuk setiap 50 meter jalan.

Sementara, terkait alokasi anggaran harus melihat jenis PJU yang akan dibangun.

“Bisa PJU yang dibangun berupa PJU konvensional atau menggunakan solar cell (sel surya) apakah menggunakan smart system, termasuk pilihan PJU yang ada hanya perlu perbaikan atau pemeliharaan, serta kualitas tiang PJU itu sendiri,” tuturnya.

Baca juga: Lowongan Kerja Terbaru BPJS Kesehatan, Cek Deskripsi Kerja Lokasi Penempatan dan Cara Daftar

Baca juga: Aniaya Mantan Pacar, Pemuda di Tabalong Diamankan Saat Berada di Rumah

Fitri menyatakan, seluruh jalan di wilayah Kalsel yang masih minim penerangan bakal jadi perhatian.

Namun, pemasangan PJU tak bisa sekaligus. Fitri menyebut harus secara bertahap.

“Semua wilayah kabupaten kota akan diterangi khususnya pada jalan provinsi, tetapi bertahap dan disesuaikan dengan prioritas,” ujarnya.

Sebelumnya diperoleh informasi, dua perbatasan memasuki wilayah Hulu Sungai Tengah yakni HSS-HST dan Balangan-HST memang kerap jadi sorotan warga baik masyarakat sekitar maupun para pengguna jalan.
Sorotan tersebut muncul dari berbagai kalangan terkait minimnya penerangan saat memasuki wilayah Bumi Murakat (Sebutan lain Kabupaten Hulu Sungai Tengah. red).

Minimnya penerangan ini berimbas ke sering terjadinya kecelakaan lalu lintas. Sebut saja di perbatasan HSS-HST. Di lokasi ini, dalam kurun waktu satu bulan, dua nyawa melayang.

Menanggapi hal itu, Kabid Perhubungan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) HST, Mahlani mengakui sedang mengupayakan untuk memberikan penerangan pada titik-titik rawan kecelakaan tersebut. “Kita sudah mulai bergerak di dua titik itu,” jelasnya.

Mahlani mengakui telah mengusulkan penambahan penerangan di lokasi tersebut karena kewenangannya ada di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel).(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved