Berita HSU

Rumah dan Gudang di Desa Harus HSU Terbakar, Ini yang Diamankan Polisi

Dua bangunan terbakar dalam musibah kebakaran di Jalan Tepian Sungai Tabalong RT 02, Desa Harus, Kecamatan Amuntai Tengah

Penulis: Dony Usman | Editor: Kamardi Fatih
banjarmasin post
Sejumlah relawan BPK berusaha memadamkan api dari dua bangunan dalam musibah kebakaran di Jalan Tepian Sungai Tabalong RT 02 Desa Harus, Kecamatan Amuntai Tengah, HSU, Kamis (2/5/2024). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Dua bangunan terbakar dalam musibah kebakaran di Jalan Tepian Sungai Tabalong RT 02, Desa Harus, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kamis (2/5/2024) dinihari sekitar pukul 02.00 Wita.

Bangunan yang terbakar terdiri dari satu rumah milik, Kardi (55) dan juga gudang desa yang merupakan bangunan bekas Kantor Desa Harus.

Terhadap kejadian kebakaran ini telah dilakukan olah TKP oleh tim gabungan Polres HSU dari Unit Identifikasi dan piket Satreskrim serta Polsek Amuntai Tengah.

Selain lakukan olah TKP, petugas juga mendapatkan barang bukti sekaligus menyitana berupa satu buah tongkat besi penyangga utama kabel SR, satu buah meteran listrik atau KWH yang sudah hangus terbakar.

Kemudian, juga ada elemen kabel yang sudah hangus terbakar dan bongkahan kayu yang sudah terbakar.

Kapolres HSU AKBP Meilki Bharata melalui Kapolsek Amuntai Tengah, Ipda Rusdi, saat dikonfirmasi, membenarkan, telah dilakukanya olah TKP di lokasi kebakaran di Desa Harus.
Musibah kebakaran ini satu buah bekas kantor Desa Harus yang sejak 2016 dijadikan gudang desa dan satu buah rumah penduduk.

"Akibat peristiwa kebakaran di Desa Harus Kecamatan Amuntai Tengah tersebut kerugian ditaksir sekitar Rp. 150 juta," katanya.

Untuk peristiwa kebakaran diketahui, berawal dari warga sekitar yang mendengar teriakan adanya api dari warga yang sedang melintas di sungai menggunakan perahu ces.

Kemudian warga tersebut keluar dari rumahnya untuk memastikan dan melihat ternyata api sudah menyala di bagian ruang belakang gudang desa.

Adanya kobaran api ini langsung diberitahukan ke warga lainnya dan juga untuk meminta bantuan agar bisa dilakukan pemadaman.

Tidak lama kemudian warga berdatangan dan selanjutnya mobil barisan pemadam kebakaran juga langsung berdatangan untuk melakukan pemadaman.

Api sendiri sempat cepat membesar dan menjalar ke satu buah rumah penduduk dikarenakan bangunan yang terbuat dari kayu.

Untuk api sendiri baru bisa dipadamkan sekitar pukul 02.30 wita, dengan kerusakan 100 persen pada gudang desa dan sekitar 95 persen untuk satu rumah penduduk yang ikut terbakar. (Banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved