Serambi UmmaH
Ustadz Fakhmi: Percantik Diri Penting, Percantik Hati Lebih Utama
Islam mengajarkan kita agar selalu menjaga kebersihan dan keelokan dalam segala hal. Salah satunya berpenampilan
Penulis: Hanani | Editor: Mulyadi Danu Saputra
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Islam mengajarkan kita agar selalu menjaga kebersihan dan keelokan dalam segala hal.
Salah satunya dalam hal berpenampilan, dengan niat membuat orang yang memandang kita tidak merasa terganggu oleh penampilan kita.
Bahkan Rasulullah SAW bersabda, "Innallaha Jamilun yuhibbul Jamal" artinya “Sesungguhnya Allah itu Zat yang maha indah dan Dia menyukai sesuatu yang indah.
Jadi Islam tidak melarang seseorang mempercantik dirinya, asalkan sesuai ketentuan dan tidak berlebihan.
Dengan niat menjaga dan merawat pemberian Allah, seorang perempuan dianjurkan mempercantik diri.
Boleh memakai produk mahal, tetapi hanya untuk dihadapan suaminya. Jika dia bermaksud menampilkannya kepada selain suaminya, inilah yang dilarang.
Apalagi sampai dianggap tabarruj, yaitu berlebih-lebihan dalam berpenampilan. Misalnya menampilkan keelokan tubuhnya.
Atau sampai tampak auratnya, yang dapat menimbulkan syahwat lelaki yang memandang.
Dalam menggunakan produk perawatan, haruslah berhati-hati, agar tak menimbulkan mudarat.
Sebab tiap orang memiliki kulit berbeda-beda, sehingga tidak semua produk cocok untuk semua kulit, sekalipun mahal.
Lebih baik bertanya kepada dokter spesialis yang menangani hal tersebut. Sebelum membeli produ skincare, perhatikan agar tidak mengandung bahan yang haram, berbahaya dan tidak sampai memudaratkan.
Sebab, bila sudah menjadi mudarat, hukumnya malah haram, karena sama saja dengan sengaja merusak ciptaan Allah.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya “Tidak boleh memudaratkan dan membalas kemudaratan dengan kemudaratan semisalnya. Setelah semua usaha dikerahkan untuk merawat fisik, serahkan semuanya kepada Allah.”
Senantiasa berdoa agar ikhtiar yang dilakukan sudah benar. Satu doa atau amalan untuk mempercantik diri, bahkan memperbagus akhlak yaitu membaca doa "Allahumma Kama Hassanta Khalqi fahassin Khuluqi" ketika bercermin. InsyaAllah dengan segenap usaha dan doa, Allah memepercantik diri dan akhlak.
Muslimah sejati harus sesuai tuntutan Islam, boleh saja melakukan perawatan fisik, tapi jangan berlebihan.
Kita ambil contoh masa lalu, para perempuan hebat seperti Sayyidah Khadijah Al-Kubro, Sayyidah Fathimah Az-Zahra dan lainnya.
Kecantikan mereka tak diragukan lagi. Meski tidak banyak diceritakan karena sulit mendefinisikan, namun sekarang yang paling terkenal dan diambil pelajaran dari mereka adalah akhlaknya.
Ibadah mereka luar biasa, cinta mereka kepada Rasulullah SAW, itulah sebenarnya kecantikan hakiki. Cantik hati, memancar kepada semua, parasnya, tingkah lakunya.
Tapi, bukan berarti mempercantik diri dilarang. Lebih penting bagaimana mempercantik hati. Sebab, tujuan utama kita adalah Allah.
Sedangkan Allah tidak memandang pakaian dan tubuh kita. Semoga kita termasuk orang yang memiliki Qolbun Salim atau hati yang bersih dan ikhlas. (banjarmasinpost/hanani)
| Ulama Idealnya Tidak Meminta, Ustadz H Abdul Hafiz Ungkap Rahasia Jaga Keikhlasan |
|
|---|
| Membantu Tak Harapkan Imbalan, Ustadz Hadi Purwanto Pegang Prinsip Pandai Bersyukur |
|
|---|
| Hukum Jasa Makelar dalam Islam, Ustadz Abdul Karim Ingatkan Syariat Jual Beli |
|
|---|
| LGBT Bukan Fitrah Manusia, Jelas Haram, Ustadz Zulkifli : Penyimpangan dan Dosa Besar |
|
|---|
| Hukum Biaya Tukar Uang, Ustadz Musthofal Fitri : Bedakan Nilai Tukar dan Upah Jasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Ustadz-Fakhmi-soal-skincare.jpg)