Tribun Smart

Dayah Suka Mendidik Anak Kecil

Dayah mengakui sejak dulu memang bercita-cita menjadi guru. Makanya ia kuliah di Institut Agama Islam Darussalam Martapura yang fokus pendidikan agama

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin post
Siti Nur Hidayah 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jiwanya memang suka dengan anak kecil, sehingga tatkala pekerjaannya setiap hari bergaul di tengah para bocah, bukan masalah baginya, malah menyenangkan.

Siti Nur Hidayah atau akrab dipanggil Dayah mengakui, sejak dulu memang bercita-cita menjadi guru. Makanya ia kuliah di Institut Agama Islam Darussalam Martapura yang berfokus dalam bidang pendidikan agama Islam.

"Sekarang saya mengabdikan diri sebagai guru agama sekaligus guru PAUD yang membimbing generasi muda dalam memahami nilai-nilai agama dan membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik secara moral maupun spiritual," ungkapnya.

Gadis kelahiran Martapura 4 Maret 2000 menjadi guru honorer di PAUD Insan Kamil sejak 2018.

Menurut Dayah, dalam keluarga ia hanya dua bersaudara. Adiknya terpaut sepuluh tahun dengannya. Itulah yang menyebabkan Dayah kemudian menyukai anak kecil.

"Usia saya sudah sepuluh tahun, kemudian punya adik. Ya, senang sekali. Apalagi sering diminta ibu untuk merawat adik," katanya.

Si adik bahkan disayang-sayang seperti boneka. Mereka bermain dan berbagi, hari-hari mereka lalu dengan menyenangkan.

Pengalaman merawat adik itu membekas di hatinya sehingga tatkala menjadi guru PAUD ia sudah pengalaman berhadapan dengan anak kecil.

"Bedanya, kalau dengan adik hanya satu orang yang dihadapi, sedangkan di sekolah harus menghadapi banyak anak," ungkapnya.

Memang menghadapi banyak anak usia dini banyak pula tantangannya. Anak-anak yang banyak tingkah, tidak bisa sekali ditegur, lompat sana-sini. Lari ke mana saja.

"Tapi saya juga sudah belajar ilmu parenting baik yang dipelajari di kampus dan pelatihan, sehingga ada pengetahuan menghadapi anak-anak," tukasnya.

Beberapa Pelatihan ia ikuti antara lain Seminar Pendidikan dengan tema Posisi Jurusan dalam persaingan global di era milenial (2019), Bimbingan Teknis Guru KB dan PAUD se-Kabupaten Banjar (2019). Kemudian Bimbingan Teknis Guru PAUD mengenai Pembalajaran Daring dan Belajar dari Rumah (2020).

Bimbingan teknis strategi pembalajaran anak usia dini berbasis kurikulum Merdeka (2022), Pelatihan penguatan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan di tahun ajaran baru (2023). "Insya Allah anak orang yang tantrum dan berkebutuhan khusus, sudah biasa saya hadapi dengan mengedepankan pengetahuan dan pengalaman yang didapat," tandas yang pernah meraih Juara harapan I lomba membuat alat permainan edukatif untuk anak PAUD se-Kecamatan Martapura Timur (2023).

Di luar kegiatan sebagai guru, Dayah punya aktivitas menari yang merupakan hobinya sejak lama. "Saya sebenarnya tak bisa diam. Makanya sering ikut lomba menari juga," katanya.

Prestasinya, Juara ke I Lomba menari profil pelajar pancasila se-Kecamatan Martapura Timur (2022) dan Juara ke II Lomba menari profil pelajar Pancasila se-Kalimantan Selatan (2023).

"Tarian saya kuasai Baksa Kembang dan Tari Kreasi Pelajar Pancasila," jelasnya.

Bahkan pada Lompa Parade yang juga ada lomba tarian Baksa Kembang, ia Juara mulai tingkat kecamatan, lanjut juara kabupaten, kemudian juara Kalsel dan masuk tingkat nasional.

Kepada generasi muda, Dayah mengingatkan agar selalu kembangkan kreatifitas diri untuk meraih cita-cita. (dea)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved