Btalk
PR Buaya untuk BKSDA
Warga Banjarmasin geger. Ada buaya yang memperlihatkan diri di Sungai Pelambuan. Bahkan ada dugaan, jumlah reptil berbahaya itu lebih dari satu ekor
Penulis: Rifki Soelaiman | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Warga Banjarmasin geger. Ada buaya yang memperlihatkan diri di Sungai Pelambuan. Bahkan ada dugaan, jumlah reptil berbahaya itu lebih dari satu ekor dan bisa jadi tidak hanya ada di Sungai Pelambuan.
Berbagai upaya evakuasi terus dilakukan tim relawan termasuk dari Animal Rescue Banjarmasin. Jurnalis BPost Dwie Sudarlan mengulas persoalan dengan Ketua Tim Animal Rescue Banjarmasin drh Annang Dwijatmiko dalam Program B-Talk Banjarmasin Post Bicara Apa saja, Jumat (17/5/2024) sore.
Berikut petikan wawancara yang disiarkan di akun YouTube Banjarmasin Post News Video, Instagram @banjarmasinpost dan Facebook BPost Online:
Bagaimana perkembangan upaya menangkapan buaya di Sungai Pelambuan?
Kami telah memasang jebakan berupa jala setelah melakulan pemetaan. Kami dapat pola si buaya. Diharapkan dengan jala ini buaya tidak melarikan diri lagi.
Ada empat titik lokasi. Terakhir buaya menampakkan diri berjemur. Panjangnya sekitar 1,5 sampai dua meter. Bisa dibilang dewasa.
Ada berapa buayanya?
Ini masih simpang siur karena ada yang bilang besar, tapi yang kami temukan kecil. Lokasinya di tempat yang sama. Jadi ada asumsi lebih dari satu.
Apakah ada habitatnya di situ?
Ada tiga perkiraan dari kami. Ada kemungkinan dia pindah habitat. Karena sebelumnya di Kabupaten Banjar kami juga mendapat kabar ada buaya di sana tiga sampai lima ekor. Ini bisa jadi mereka migrasi. Kedua, buaya ini peliharaan seseorang lalu lepas. Dan yang ketiga, di situ memang habitat murninya.
Dari tiga perkiraan itu, yang menarik kalau peliharaan. Ditemukan kemarin di Mantuil ada warga yang memelihara buaya. Ini bagaimana aturannya?
Kami juga kaget. Ternyata ada laporan orang yang memelihara buaya dan itu sudah besar. Nah beruntungnya buaya itu ada di kandang. Jadi dari video dan foto yang kami terima, kandangnya dibongkar dan lebih gampang untuk mengevakuasinya.
Sebenarnya buaya ini satwa liar yang dilindungi. Buaya kan hewan prasejarah dan masih bertahan sampai sekarang. Di undang-undang, buaya ini dilindungi.
Kami juga heran kenapa masyarakat bisa memelihara hewan ini. Kami juga sempat diminta untuk mengevakuasi buaya di wilayah Handil Bakti. Akhirnya kami hubungi juga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk melakukan penegakan aturan.
Bagaimana penegakan aturannya?
| Wacana Pilkada Kembali Lewat DPRD, PDIP Kalsel Ungkap Alasan Menolak Keras |
|
|---|
| Nasdem Kalsel Terbuka Soal Skema Pilkada, Usul Modernisasi Demi Tekan Biaya |
|
|---|
| PKB Kalsel: Pilkada Langsung Sarat Biaya dan Kepentingan Oligarki |
|
|---|
| PDIP Kalsel: Pilkada Lewat DPRD Kemunduran dari Konstitusi dan Reformasi |
|
|---|
| Tampung Aspirasi, Keluhan Laporan Masyarakat, Ombudsman Kalsel Dorong Sahabat Ombudsman Jadi Duta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Ketua-Tim-Animal-Rescue-Banjarmasin-drh-Annang-Dwijatmiko-1.jpg)