Berita Tanahlaut
Tanaman Padi Terdampak Banjir Capai 250 Hektare, Begini Langkah Pemkab Tanahlaut
Banjir yang melanda Kecamatan Jorong dan Kintap, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), turut menyebabkan tenggelamnya tanaman padi.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Rahmadhani
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Banjir yang melanda dua wilayah bertetangga yakni Kecamatan Jorong dan Kintap, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), turut menyebabkan tenggelamnya tanaman padi.
Hal itu setidaknya terjadi di Desa Asamasam, Kecamatan Jorong dan beberapa desa di Kecamatan Kintap di antaranya di Desa Kintapura.
Kondisi tersebut menjadi atensi khusus Penjabat (Pj) Bupati Tala H Syamsir Rahman. "Akan kita bantu," tegas Syamsir saat dikonfirmasi seusai meresmikan car free day di ruas Jalan Hadji Boejasin, Pelaihari, Minggu (9/6/2024).
Ia menyebutkan berdasar laporan bawahannya, jumlah tanaman padi yang terdampak banjir di Kecamatan Jorong dan Kintap mencapai 250 hektare.
Sebagian dipastikan mengalami kerusakan karena tenggelam total lebih sehari seperti di Desa Asamasam. Tanaman padi yang tenggelam di desa ini sebagian telah berbulir dan menjelang panen, Sebagian lagi baru menjelang berbunga.
Baca juga: Cerita Anton Kuswoyo, Dosen Politala yang Sukses Sulap Limbah Arang Jadi Pupuk Organik
Baca juga: Car Free Day Tanahlaut Dilaksanakan Dua Bulan Sekali, Diharapkan Tumbuhkan UMKM Setempat
Mengenai berapa banyak benih padi yang akan disalurkan untuk tiap hektare, Syamsir mengatakan hal itu tergantung jenis varietas, apakah padi lokal atau unggul.
"Kalau padi unggul, 1 hektare bisa perlu 100 kilogram. Itu ringan saja, segera kita bantu," tandasnya.
Ia menegaskan pada kondisi kesulitan seperti inilah pemerintah harus bergerak dan bertindak cepat membantu masyarakat yang sedang dilanda kesusahan. Karena itu dirinya pun juga selalu bergerak cepat dan langsung terjun ke lokasi banjir di Asamasam maupun di Kecamatan Kintap.
Seperti malam tadi di Kintapura kekurangan beras 1,5 ton, papar Syamsir, langsung dirinya menginstruksikan segera dibantu 2 ton. Begitu pula di Kintaplama yang kurang setengah ton beras.
"Isya saya pulang, jam 23.00 Wita saya telepon sudah sampai berasnya. Ada nggak yang lebih cepat daripada itu? Nggak ada. Kalau kita mau membuktikan bagaimana kita peduli dengan rakyat, saat inilah saat dia menderita kita turun ke lapangan. Tidak hanya janji dan mulut saja," tegasnya.
(banjarmasinpost.co.id/roy)
| Daftar Sekolah di Tanahlaut Kalsel Terdampak Banjir yang Diizinkan Gelar Pembelajaran dari Rumah |
|
|---|
| Isi Curhatan Warga Kurau Tanahlaut yang Menikahkan Anak Saat Banjir Mengepung Rumah Mempelai |
|
|---|
| Akad di Tengah Genangan, Cinta Maulida dan Sayuti Berlabuh Meski Desa Handilnegara Tanahlaut Banjir |
|
|---|
| Kasus Super Flu Meningkat di Kalsel, Dinkes Tanahlaut Tingkatkan Kewaspadaan dan Lakukan Langkah Ini |
|
|---|
| Sejumlah Sekolah di Tanahlaut Terdampak Banjir, Disdikbud Izinkan Belajar dari Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Kades-Asamasam-Abdul-Muhid-mengecek-sawah-tenggelam.jpg)