Tribun Smart
Membungkam Hinaan dengan Prestasi
Terlahir dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah, karena orangtuanya hanya petani karet, tak sedikit orang yang selalu merendahkannya.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terlahir dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah, karena orangtuanya hanyalah seorang petani karet, tak sedikit orang yang selalu merendahkan dan menghinanya.
Meski demikian Lia Kartika Sofiannur, gadis asal Desa Kambitin Raya, Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan ini tak mau dicemooh begitu saja. "Satu kata yang saya tanamkan di hati, yaitu tak ada yang tak mungkin selama saya yakin. Dan akan saya bungkam mereka dengan setiap prestasi saya," kata alumnus SMA Negeri 1 Tanjung tahun 2024
Ya, Lia semula minder dengan keadaan diri dan keluarganya. Apalagi jika melihat ada kakak kelas di sekolahnya yang mendapat penghargaan dari kepala sekolah atas prestasinya.
Lia yang mengikuti kursus komputer di Jikamaka pada 2021, lantas bercerita kepada owner lembaga tersebut seputar dirinya ingin berprestasi tapi tidak tahu apa bakat di dirinya.
"Saya dimotivasi oleh pemilik Jikamaka, Bapak Alwi, disupport harus jadi wanita multitalent. Jangan mau direndahkan, Wanita jangan hanya di dapur, sumur dan kasur," ungkap Lia.
Dari dorongan itu, Lia pun punya target bisa menjadj wanita karier terutama bidang hukum karena ia minat ke arah itu. Ia juga ingin jadi pendakwah muda.
Lia yang lahir di Kambitin Raya pada 5 Juli 2006, menimba ilmu pengetahuan melalui Webinar HAM atas Lingkungan Hidup di Indonesia yang digelar organisasi dari Yogyakarta pada 2021.
Di tahun 2021 pula ia menjadi peserta webinar Menyikapi Problematika Kekerasan Seksual yang digelar DPK Gmal Hukum Udayana, kemudian webinar MYMA oleh penyelenggara dari Surabaya.
Kepercayaan dirinya semakin menguat dan Lia yang hobi pencak silat kemudian mengikuti ajang seleksi POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) pada 2022.
Lia juga bergabung menjadi kader IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama pada 2023. Bahkan kemudian dipercaya menjadi Ketua IPPNU PAC Tanjung masa bakti 2023-2025.
"Alhamdulillah kami dilibatkan dalam event-event Islami yang digelar Nahdlatul Ulama, bahkan diundang selawatan sebagai tamu VIP. Saya juga menjadi sekretaris Pesantren Ramadhan yang kegiatannya dihadiri Bupati Tabalong, Guru Jaro dan Rais Syuriah NU," papar Lia.
Semakin mengembangkan kemampuan diri, Lia juga mengikuti pemilihan Duta Inovatif Indonesia 2023 dan bersama seorang temannya terpilih sebagai duta.
"Berdua teman, kami melakukan kampanye di bidang sosial media khususnya Instagram. Membuat konten yang mengedukasi dalam hal pendidikan dan sosial yang menjadi trending topik," paparnya.
Selama menjabat Duta Inovatif, ia juga fokus mengangkat isu hukum, sala satunya kasus Jesica Mirna yang diangkat kembali, soal bullying, yang mengemukakan pendapat dari sisi hukum.
Saat ini ia sebagai fasilitator bidang sosial media, tugasnya mengawasi anak didik, bagaimana cara mereka membuat konten, kalau ada yang kurang maka ia benahi.
Lia juga menjadi Duta Digital UMKM Kabupaten Tabalong 2023. Tugasnya mengupload materi promosi UMKM di Instagram.
UMKM dipromosikan adalah yang terdaftar di Dinas Perdagangan Tabalong. Dalam hal promosi, ia memikirkan bagaimana caranya konten tersebut menarik, banyak ditonton.
"Saya mewawancarai para pelaku UMKM, terkait produk mereka. Kemudian dipromosikan melalui Instagram," jelas Lia yang mendapat penghasilan dari tugas-tugasnya tersebut.
Dari pengalaman yang ia dapat sebagai duta dan aktif berorganisasi, Lia merasakan relasi lebih luas dan kemampuan public speaking lebih terasah.
Adapun setelah lulus SMA ini, Lia berencana kuliah di Universitas Terbuka (UT) dengan alasan bisa sambil kerja. "Memilih kuliah di UT karena untuk kuliah di kampus yang lain terkendala ekonomi keluarga. Semoga saya bisa mewujudkan cita-cita saya," tandas Lia yang bekerja di salon perawatan lulur timung. (dea)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Lia-Kartika-Sofiannur.jpg)