Berita Banjar
Warga Paramasan Waspadai Mendung, BPBD Kalsel: 11 Kecamatan Rawan Longsor
Saat banjir melanda beberapa daerah di Kalsel, BPBD provinsi ini merilis peta prakiraan potensi pergerakan tanah tinggi.
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Saat banjir melanda beberapa daerah di Kalimantan Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi ini merilis peta prakiraan potensi pergerakan tanah tinggi.
Sejumlah daerah masuk daftar waspada seperti Aranio dan Paramasan Kabupaten Banjar; Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan; Kalumpang Tengah dan Kalumpang Utara Kabupaten Kotabaru; Satui Kabupaten Tanahbumbu; Bajuin, Batuampar, Jorong dan Kintap Kabupaten Tanahlaut; serta Piani Kabupaten Tapin.
Tanah longsor dan banjir bandang memang menghantui warga Paramasan. Apalagi dengan adanya prediksi dari BPBD Kalsel soal pergerakan tanah di dataran tinggi.
Baca juga: Info Cuaca Ekstrem Selasa 18 Juni 2024, Kalsel Cerah Berawan Potensi Hujan, Cek Lampung dan NTT
Baca juga: Pemko Banjarmasin Periksa Hewan Kurban, Petugas Tak Temukan Cacing Hati
Pambakal (Kepala Desa) Paramasan Bawah Kecamatan Paramasan, Suwardi, mengatakan sejak Januari 2024, sudah dua kali daerahnya mengalami air bah dan longsor.
“Bahkan ada beberapa rumah warga yang terkena bencana termasuk rumah saya,” kata Suwardi, Senin (17/6).
Dengan ada peringatan BPBD Kalseel, Suwardi mengatakan mereka akan semakin waspada.
“Warga tentu akan lebih waspada utamanya saat mendung, apalagi hujan. Sejauh ini kami baru mendapat peringatan saja. Belum ada tindakan konkret dari Pemkab Banjar berkaitan hal teknis. Mungkin belum sampai ke tingkat desa. Kami menunggu arahannya,” kata Suwardi.
Di Paramasan, banjir dan longsor telah merenggut korban jiwa. Akhir Januari 2024, longsor menewaskan satu warga.
Bencana ini disusul banjir bandang yang menghantam jembatan hingga mengakibatkan akses dua desa terputus.
Sedangkan Pembakal Artain Kecamatan Aranio, Asmadi, mengatakan wilayahnya masih aman dari bencana banjir, puting beliung dan tanah longsor (batingsor).
“Paling rumah retak saja karena di Aranio fondasi sudah kuat. Banyak gunung. Kecuali pergerakan tanah tinggi ini sangat dahsyat. Yang kami khawatirkan waduk Riam Kanan saja kalau retak,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Banjar Warsita mengatakan di Aranio dan Peramasan curah hujan selama Juni 2024 berskala sedang sampai lebat sehingga ada potensi longsor. “Sedang di tempat lain, karena hujannya rendah, kemungkinan longsornya kecil,“ lanjut Warsita.
Oleh karena itu, BPBD Banjar juga mengimbau warga Aranio dan Paramasan untuk tetap waspada saat curah hujan tinggi.
“Imbauan sudah disampaikan baik melalui media sosial, operator kecamatan, Pusdalops, petugas posko dan relawan desa tanggap bencana. Terkait imbas sampai saat ini belum berimbas terhadap wisata di Banjar. Doanya saja semoga cuaca ke depannya lebih bersahabat,” harap Warsita.
Mewakili Kepala BPBD Kalsel R Suria Fadliansyah, Kepala Sub Bidang Kesiapsiagaan Ariansyah menjelaskan potensi longsor di sejumlah daerah akibat hujan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur. “Memang beberapa wilayah potensi ini terjadi termasuk Pegunungan Meratus yang memiliki lereng cukup miring,” jelasnya, Senin.
| Kabar Pungli di PPS Martapura Menguat, Polres Banjar Langsung Lakukan Klarifikasi |
|
|---|
| Keluhan Pungli di PPS di Martapura Menguat, Polres Banjar Gelar Pertemuan dengan Pihak Pengelola |
|
|---|
| SDN Keraton 3 Perlu Perbaikan, Disdik Banjar Sebut Usulan Tahun 2024 Sebatas Perbaikan Toilet |
|
|---|
| Dukung PSEL Banjarmasin, Banjar Siap Suplai 100 Ton Sampah Per Hari |
|
|---|
| Mulai Diterapkan Jumat Pekan Ini, SKPD di Pemkab Banjar Wajib Laporkan Efisiensi WFH |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Kawasan-terdampak-banjir-di-Tanahbumbu.jpg)