Mom and Kids
Membangun Kepercayaan Diri Anak yang Pemalu
Bagi anak pemalu, tantangan lain yang mungkin akan orangtuanya hadapi yaitu si kecil tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Anak bungsu adalah anak urutan terakhir dalam keluarga yang sering kali dikaitkan dengan sikap manja. Biasanya sikap ini melekat karena usia mereka yang paling muda di antara anggota keluarga yang lain.
Bagi anak pemalu, tantangan lain yang mungkin akan orangtuanya hadapi yaitu si kecil tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri.
Diakui Andri Rozen dan Siti Fatimah Chaniago, suami istri warga Jl HKSN, Banjarmasin, anak ketiga mereka termasuk anak yang pemalu.
Padahal si bungsu Refinando Sultan Chaniago yang lahir di Banjarmasin 23 Februari 2014 kini sudah duduk di kelas 5 SDN Pasar Lama 1. Artinya sudah lumayan besar.
"Kalau tidak diajak mengobrol, ia tidak ngobrol. Apalagi terhadap orang baru dikenal misal teman ibunya, ia diam saja kalau tidak diajak ngobrol," terang Fatimah, seraya mengatakan,
kalau di rumah Sultan tidak demikian.
Mengatasi sifat pemalu pada anak tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Jadi, Fatimah dan Andri tidak memaksa atau memarahi ketika Si Sultan masih menjadi sosok yang pemalu dan belum mampu menjadi pemberani sesuai ekspektasi orangtua.
"Kami tetap sabar dalam mendorongnya untuk menjadi anak pemberani. Beberapa upaya dilakukan adalah menyalurkan minat anak," kata Fatimah.
Saat kakak perempuannya ikut sanggar menari, Sultan juga ikut bergabung bahkan pernah tampil mengisi acara di sekolah. Tampil di hadapan publik, diharapkan dapat memupuk keberaniannya
"Sayangnya, sekarang setop menari. Sebabnya ada temannya yang mengkritik, kenapa anak cowok menari? Akhirnya Sultan tidak mau lagi," tukas Fatimah.
Begitupula ketika Sultan belajar menyanyi di tempat kursus Purwa Caraka. Kembali ada temannya menyeletuk, untuk apa menyanyi, masa anak cowok menyanyi? Kembali Sultan berhenti kursus.
Jadinya, Sultan malah bingung, belum bisa menentukan kesukaannya. Saat diminta ikut lomba, ia malah mengangkat bahu.
Meski demikian masih ada minat lainnya yang diharapkan dapat membuat Sultan menjadi anak yang berani dan mandiri tidak lagi pemalu.
"Dia suka berenang. Bahkan kadang-kadang menagih untuk minta diantar ke kolam renang. Ya, tidak masalah, apalagi lokasinya tak jauh dari rumah," kata Fatimah. Di kolam renang, Sultan bertemu banyak orang dan ia bisa belajar untuk bersosialisasi, di antaranya ketika bertemu teman saling menyapa atau berkenalan dengan teman baru.
Saat anak pemalu sudah mau bersosialisasi maka orangtua memberikan apresiasi dalam bentuk pujian. Hal ini akan membuat anak merasa bahwa ia sudah melakukan hal yang baik dan benar. (dea)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Keluarga-Refinando-Sultan-Chaniago.jpg)