Berita Tanahlaut
BPTD Kalsel Sidak ke Pantai Batakan Lakukan Rampcheck Bus Wisata, Ini Hasilnya
Giat lapangan kembali dilakukan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kalsel ke objek wisata di Kabupaten Tanahlaut (Tala).
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Giat lapangan kembali dilakukan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kalimantan Selatan (Kalsel). Kali ini blusukan ke objek wisata di Kabupaten Tanahlaut (Tala).
Lokasi yang dituju yakni objek wisata Pantai Batakan Baru di Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan. Mereka langsung mendatangi bus-bus wisata yang terparkir di lokasi rekreasi milik Pemkab Tala tersebut.
Kepada para sopir bus tersebut mereka menginformasikan akan melakukan rampcheck. Ini adalah kegiatan yang bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh, termasuk kelengkapan dokumen, kondisi teknis kendaraan, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Kegiatan itu melibatkan tiga orang dari BPTD Kelas II Kalsel dan 2 orang dari PT Jasa Raharja dan Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel. Pengecekan kelengkapan dokumen dan fisik bus tersebut pun langsung dilakukan.
Baca juga: Diduga Korsleting Listrik, Ini Kronologi Kebakaran Satu Rumah di Sesulung Pamukan Selatan Kotabaru
Baca juga: Kebakaran di Tungkaran Pangeran Tanahbumbu, Anggota Kodim 1022 Tanahbumbu Ini Tinggal Baju di Badan
"Ada delapan bus yang kami rampcheck di Pantai Batakan Baru pada Sabtu siang kemarin," ucap Kasi Lalu Lintas, Sungai, Danau, Penyeberangan dan Pengawasan BPTD Kelas II Kalsel Marvian Dwi Surya Putra, Minggu (30/6/2024).
Ia mengatakan kegiatan monitoring dan pengawasan angkutan bus pariwisata tersebut merupakan yang ketiga dilakukan di Tala. Selanjutnya direncanakan pada 20 Juli 2024 nanti akan kembali dilaksanakan di lokasi yang sama.
Pantai Batakan Baru dipilih karena objek wisata berjarak 40 kilometer dari Kota Pelaihari (ibu kota Tala) tersebut paling banyak dikunjungi wisatawan.
Tujuan kegiatan tersebut guna mencegah kejadian kecelakaan pada angkutan pariwisata dengan rutin memonitoring ke tempat objek wisata guna menghindari insiden seperti yang pernah terjadi di Subang, Jawa Barat.
"Selain itu juga untuk memastikan angkutan dalam keadaan aman dan layak jalan terlebih pada saat liburan sekolah saat ini," tandasnya.
Sasarannya difokuskan ke bus karena armada ini membawa banyak orang dan apabila terjadi laka lalu lintas banyak yang terdampak. Karena itu penting dilakukan rampcheck untuk memastikan kembali angkutan pariwisata di Kalsel dalam kondisi layak jalan.
Saat ini pihaknya sekaligus melakukan sosialisasi sehingga masih ada toleransi terhadap yang tidak lulus rampcheck. Hanya diberi teguran untuk melengkapi kekurangan, baik dari segi administrasi maupun fisik kendaraan.
"Apabila kemudian melanggar lagi maka nanti akan ditilang," ucap Marvian.
Pada kegiatan tersebut dikatakannya ada empat unit bus yang tidak lulus uji karena kirnya mati atau tidak membawa buku kir.
Jenis pelanggaran yang banyak ditemukan antara lain Kartu Pengawasan (KP) tidak berlaku dan KP tidak ada, serta masa berlaku Uji Berkala telah habis
Para sopir bus tersebut mendukung kegiatan tersebut. Pasalnya, biasanya mereka begitu ada orderan langsung jalan saja tanpa mengetahui aspek keselamatan apa saja yang harus diperhatikan.
| Duduk Perkara Anak dan Ayah Tiri di Panyipatan Tanahlaut Kalsel Sampai Duel Hingga Terluka Parah |
|
|---|
| Bocah SD Korban Kecelakaan di Bingkulu Tanahlaut Telah Dikebumikan, Kades Ungkap Hal Ini |
|
|---|
| Kecelakaan di Bingkulu Tanahlaut Renggut Nyawa Bocah SD, Polisi Dalami Keterangan Sopir Truk |
|
|---|
| Guru Rasul Tutup Usia, Bupati Tanahlaut Turut Melayat hingga Pemakaman |
|
|---|
| Kekurangan Tenaga, Dinkes Tanahlaut Terpaksa Hentikan Sementara Layanan Kesehatan di MPP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Petugas-BPTD-Kalsel-melakukan-kegiatan-rampcheck11.jpg)