Prakiraan Cuaca
Info Cuaca Ekstrem Selasa 2 Juli 2024, Kalsel Dilanda Hujan, Waspada Angin Kencang Sumut dan Banten
Prakiraan Cuaca di Kalimantan Selatan, hari ini Selasa (2/7/2024) hujan ringan hingga lebat disertai petir.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Berikut Prakiraan Cuaca di Kalimantan Selatan, hari ini Selasa (2/7/2024). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem.
Secara umum, Kalsel diprediksi akan Berawan hingga hujan ringan dan lebat disertai petir dan angin kencang, di beberapa kabupaten/kota pada siang hingga malam hari.
Berikut selengkapnya Prakiraan Cuaca di kabupaten/kota di Kalsel:
Banjarmasin
Pagi: Berawan
Siang: hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang
Malam: Berawan
Dini Hari: Berawan
Baca juga: Tiga Orang Ditahan dan Satu Diburu, Penyidik Ungkap Kedalaman Pendulangan Ilegal di Durianbungkuk
Baca juga: KPU Kalsel Terima Laporan E-Coklit di Desa Tanjung Bajuin Tanahlaut Terkendala Sinyal
Banjarbaru
Pagi: Berawan
Siang: hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang
Malam: Berawan
Dini Hari: Berawan
Tanahlaut
Pagi: hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang
Siang: hujan ringan
Malam: Berawan
Dini Hari: Berawan
Banjar
Pagi: Berawan
Siang: hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang
Malam: Berawan
Dini Hari: Berawan
Kotabaru
Pagi: hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang
Siang: hujan ringan
Malam: Berawan
Dini Hari: hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang
Baritokuala
Pagi: Berawan
Siang: hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang
Malam: Berawan
Dini Hari: Berawan
Tabalong
Pagi: Berawan
Siang: hujan ringan
Malam: Berawan
Dini Hari: Berawan
Untuk informasi prakiraan cuaca di kabupaten lainnya di Kalimantan Selatan bisa klik DISINI.
Prakiraan cuaca di Kalsel tersebut berlaku sampai dengan Rabu (3/7/2024) pukul 08.00 Wita.
BMKG mengingatkan agar waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang hari, di wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Tanahlaut, Banjar, Kotabaru, Tapin, Tabalong, Tanahbumbu dan sekitarnya.
Dikutip dari laman resmi BMKG melalui Tribunnews.com, sirkulasi siklonik terpantau di Samudra Hindia Barat Sumatra Barat, di Laut Sulu, di Laut Seram, dan di Samudra Pasifik Utara Papua Barat.
Sirkulasi-sirkulasi tersebut membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Samudra Hindia Barat Sumatra Utara, di Laut Cina Selatan, di Laut Banda, dan di Samudra Pasifik Timur Laut Pulau Halmahera; serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di Samudra Hindia Barat Aceh, di Filipina Bagian Utara, di Laut Banda, dan di Teluk Cendrawasih.
Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lain juga terlihat memanjang dari Malaysia Bagian Utara hingga Laut Natuna, dari Laut Jawa hingga Pesisir Timur Lampung, di Samudra Hindia Selatan Jawa, dari Laut Timor hingga Laut Flores, dari Laut Cina Selatan hingga Laut Sulu, dari Selat Makassar hingga Laut Sulawesi, dari Laut Banda hingga Sulawesi Tenggara, dari Samudra Pasifik Utara Papua hingga Papua Barat.
Daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di Laut Banda, Laut Arafuru, Laut Natuna, dan Samudra Hindia Selatan NTT hingga Jawa Timur.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah sirkulasi siklonik/konvergensi/konfluensi tersebut.
Peningkatan kecepatan angin hingga mencapai >25 knot, terpantau di Laut Arafuru, dan Samudra Hindia Selatan Jawa, yang mampu meningkatkan tinggi gelombang di wilayah sekitar perairan tersebut.
Intrusi udara kering/dry intrusion dari BBS melintasi wilayah Samudra Hindia Selatan Jawa.
Kondisi ini yang mampu mengangkat uap air basah di depan batas intrusi menjadi lebih hangat dan lembab yaitu di wilayah Pesisir Selatan Jawa.
Labilitas Lokal Kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan.
Selengkapnya, inilah beberapa wilayah yang berpotensi hujan dan hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir hingga angin kencang, dikutip dari bmkg.go.id.
Selasa, 2 Juli 2024
Wilayah berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Sumatera Selatan
Kep. Bangka Belitung
Lampung
Banten
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Maluku Utara
Maluku
Papua Barat
Papua
Wilayah berpotensi hujan dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
Aceh
Kep. Riau
Bengkulu
Jambi
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jawa Tengah
Nusa Tenggara Barat
(Banjarmasinpost.co.id)
| Info Cuaca Kalsel 31 Desember 2025 di Malam Tahun Baru 2026: Banjarmasin Hujan Petir, BMKG Ingatkan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kalsel Sabtu 27 Desember 2025, Tala dan Tanbu Aman, 11 Wilayah Lainnya Hujan Petir |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kalsel Kamis 18 Desember 2025, Hujan Mulai Pagi di Dua Kabupaten Bertetangga |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kalimantan Selatan Rabu 17 Desember 2025, Potensi Hujan Ringan di 13 Kabupaten/Kota |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kalsel Selasa 16 Desember 2025, Hanya Tanahlaut Cerah, 12 Wilayah Lain Hujan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Ilustrasi-Kalsel-dilanda-hujan-deras122.jpg)