Berita Banjarmasin

Buka Pendaftaran Sepanjang Tahun, PTS di Kalsel Bersaing Dapatkan Mahasiswa

Setelah melakukan penerimaan mahasiswa berbasis prestasi dan tes, seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) menyisakan jalur mandiri.

Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki
Ilustrasi: Calon mahasiswa baru Uniska MAB menjalani tes tertulis di Kampus Uniska Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Kalse 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setelah melakukan penerimaan mahasiswa berbasis prestasi dan tes, seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) menyisakan jalur mandiri.

Seleksi ini tidak lagi dilakukan secara nasional, melainkan oleh masing-masing PTN. Beda lainnya adalah biaya kuliahnya lebih mahal.

Lulusan SMA atau sederajat masih punya pilihan lain yakni mendaftar di perguruan tinggi swasta (PTS).

Berbeda dengan kampus negeri yang umumnya lebih ‘santai’ karena banyak peminat, kampus swasta harus berjuang dan melakukan berbagai strategi untuk mendapatkan mahasiswa baru.

Ini seperti yang dilakukan Universitas Cahaya Bangsa Jalan Ahmad Yani Kilometer 17 Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

Baca juga: Polisi Ungkap Video Perundungan di Siring Sungai Kemuning, Tiga Pelaku Masih di Bawah Umur

Baca juga: Polisi Amankan Pembuang Bayi di Kompleks Mutiara, Sang Ibu Malu Hamil di Luar Nikah

Kampus ini bahkan membuka pendaftaran sepanjang tahun yakni sejak September 2023 hingga Agustus 2024.

“Pendaftaran dibagi menjadi empat gelombang dan saat ini memasuki gelombang terakhir,” kata Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan Muhammad Bahrul Mazi, Selasa (2/7).

Adapun kuota mahasiswa baru di PTS ini setiap tahunnya sekitar 1.230 orang. “Setiap tahun kouta terpenuhi,” kata Bahrul.

Angka tersebut berdasarkan rasio jumlah dosen di kampus tersebut yakni 41 orang. Sebanyak 39 dosen di antaranya sudah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN). “Satu dosen idealnya mengajar 25 mahasiswa,” jelasnya.

Bila kuota tidak terpenuhi, menurut Bahrul, dampaknya pada operasioanal kampus karena berkurangnya pendapatan.

Saat ini menurut Bahrul persaingan menjaring mahasiswa baru sangat ketat. Tidak hanya di tingkat Kalsel, tetapi juga nasional. “Karena banyak perguruan tinggi luar daerah yang melakukan promosi di Kalsel,” ungkapnya.

Universitas Cahaya Bangsa memiliki dua fakultas dengan lima program studi jenjang sarjana dan satu profesi. Di antaranya Fakultas Hukum dan Bisnis serta Fakultas Saint dan Teknologi, yang menjadi pilihan favorit mahasiswa baru. “Karena kami dasarnya keperawatan, sehingga profesi Ners menjadi pilihan banyak mahasiswa baru,” ujarnya.

Dalam proses penerimaan, Universitas Cahaya Bangsa menawarkan sejumlah jalur yakni prestasi, Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan mndiri. Untuk biaya pendaftaran, semua mahasiswa baru dikenai biaya yang sama, yakni melunasi Uang Kuliah Tunggal (UKT), uang pembangunan dan pelunasan uang seragam.

“UKT paling tinggi S1 Keperawatan Rp 5,4 juga dan paling rendah S1 Managemen Rp 2 juta. Kalau ditotal biaya masuk awal tidak sampai Rp 10 juta untuk UKT paling tinggi,” jelasnya.

Ada pun peminat Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2024/2025 gelombang pertama mencapai 3.440 orang. Jumlah tersebut melampaui periode yang sama tahun lalu yakni sekitar 2.500 orang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved