Tribun Smart
Berkiprah Bantu Atasi Kendala UMKM
Masih mahasiswi tapi Siti Salimah sudah sering dipercaya sebagai pembicara bahkan mentor bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masih berstatus mahasiswi tapi sudah sering dipercaya sebagai pembicara bahkan mentor bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Itulah Siti Salimah yang berkuliah di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), jurusan Manajemen Bisnis, semester tujuh.
Dalam urusan ilmu public speaking bahkan ia beberapa kali berbagi ilmu hingga ke pulau Jawa atas undang rekan-rekan di sana.
Peraih IPK 3,96 ini memang penggiat ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Tak heran jika kemudian ia mendapat Penghargaan Khusus Mahasiswa Berprestasi ULM Kategori Kewirausahaan.
Selain itu ia Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM dan Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Jurusan Manajemen FEB ULM.
Siti Salimah yang akrab dipanggil Sally, sejak sekolah dasar sudah terbiasa ikut lomba ceramah akhirnya ia kerap mewakili sekolah di lomba tersebut. "Saat SMP saya diundang sekolah lain untuk ceramah, kemudian SMA menjadi pembicara dan sering ikut lomba debat," kata Sally yang belajar hal itu secara otodidak dan dilatih orangtua.
Adapun profesi sebagai mentor pelatihan kewirausahaan, diawali ketika ia ikut seleksi dan dinyatakan lulus, kemudian mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikat.
"Jadi saya sering diundang instansi pemerintah dan juga program CSR perusahaan, serta menghandel event perusahaan dalam kaitan kewirausahaan," jelasnya.
Tiga hal yang sering disampaikan Sally dalam pelatihan kewirausahaan, yaitu finance (keuangan), marketing (pemasaran) dan sumberdaya manusia.
"Kendala yang banyak dihadapi kalangan adalah UMKM bidang marketing terutama pemasaran secara online, kemudian pembukuan tidak tercatat sehingga tidak tahu kapan balik modal. Sumberdaya manusia juga masih dihandle sendiri, kalau dibantu orang lain katanya malah tidak sesuai harapan," jelasnya.
Harapan Sally, UMKM di Banua semakin maju dan berkembang, sebab berdasarkan data kementerian bahwa kontribusi UMKM di Kalimantan adalah yang terbesar. "Perlu diperhatikan adalah menjaga kualitas produk, pelayanan ramah jangan cemberut, marketing media sosial diperkuat dan pembukuan berupa pencatatan pengeluaran dan pemasukan harus tertib," beber Selly mengenai strategi bisnis UMKM.
Kesibukan Sally yang lain adalah sebagai Tim Manajemen Ma'had Arafah Banjarmasin, Kepala Bidang Eksternal Salam Indonesia, Conten Creator Tim Inspirator Nasional, Kepala Bidang Corporate UPZ Bakti Bersama.
Selly juga aktif di Pemuda Bakti Banua Yayasan Hasnur Center sebagai Kepala Penelitian, Pengembangan dan Kesehatan, Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Manusia dan Pendidikan serta Mentor Pelatihan Kewirausahaan.
Prestasinya yang lain, Selly pernah Juara 1 dan Best Speaker Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM 2022 Juara 1 Lomba Debat Semarak Nasional Pendidikan Masyarakat Tingkat Nasional 2021 dan Juara 5 Akademi Pemuda Indonesia Tingkat Nasional, Juara 2 dan 3 Economis Debate Competition Tingkat Provinsi Kalsel.
Dalam hal mengatur waktu, Selly menetapkan skala prioritas dengan mencatat apa saja kegiatan hariannya. "Syukur alhamdulilah semua bisa berjalan dengan baik karena sudah diatur mana yang prioritas dan tidak," tandas Sally yang punya pengalaman magang di Wetland Box Inkubator sebagai Business Program Development dan tenaga freelance di Ma’had Arafah Banjarmasin sebagai Digital Media Spesialist. (dea)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Siti-Salimah.jpg)