Korban Kecubung Berjatuhan

Ini Upaya DPRD dan Pemprov Kalsel Tangani Fenomena Mabuk Kecubung

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK berencana memanggil para pemangku kebijakan untuk merespons serius fenoma kecubung, belakangan waktu

Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Edi Nugroho
Dok Bpost
Ilustrasi: Puluhan korban mabuk kecubung dirawat di RSJ Sambang Lihum. (Inset) buah kecubung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK berencana memanggil para pemangku kebijakan untuk merespons serius fenoma kecubung, belakangan waktu terakhir.

DPRD ingin rapat bersama untuk membahas penanggulangan penyakit masyarakat tersebut.

“Fenomena ini memprihatinkan. Harus dilakukan upaya yang nyata untuk menangkal dampak negatif di masyatakat,” katanya, Selasa (16/7/2024).

Supian HK mengatakan, saat ini sudah ada Perda tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Prekusor Narkotika dan Psikotropika.

Baca juga: Kebakaran Hanguskan Dua Bangunan dan Dua Mobil di Haur Gading HST, Kerugian Capai Rp500 Juta

Baca juga: BREAKING NEWS - Jago Merah Mengamuk di Desa Haur Gading HST, Dua Rumah dan Dua Mobil Hangus 

Dengan rapat bersama tersebut, benang merah masalah kecubung bisa ditemukan.

“Bisa juga nanti melalui Peraturan Gubernur (Pergub). Kalau di Perda yang ada sekarang tidak termasuk, akan digodok lagi,” ujarnya.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menyatakan bahwa fenomena kecubung ini sedang disikapi serius oleh Pemprov.

“Masalah ini memang harus segera bergerak cepat. Kita sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait,” katanya, Rabu (17/7/2024).

Sahbirin mengakui, tanaman kecubung tidak masuk dalam undang-undang golongan narkotika.

Meski demikian, Pemprov bersama aparat berwenang berupaya mengambil langkah antisipasi agar korbannya tidak bertambah banyak.

“Langkah darurat dulu yang harus kita ambil, dan kepada yang lain jangan coba-coba,” imbaunya.

Data terakhir dari RSJ Sambang Lihum hingga 14 Juli 2024, sudah ada 49 warga dilaporkan diduga mabuk kecubung. Dua orang di antaranya meninggal dunia, sembilan orang rawat jalan, empat orang sudah dilaporkan normal, dan 34 pasien masih menjalani rawat inap.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved