Berita Tanahlaut

Puluhan Permukiman di Tala Masih Blank Spot, Warga Sempat Pasang Modem di Tiang Bambu

Sejumlah wilayah di Kabupaten Tanahlaut,Kalimantan Selatan ternyata masih susah sinyal, ini kata Diskominfo Tala

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Irfani Rahman
(banjarmasinpost.co.id/idda royani)
WARGA Tebingsiring, Kabupaten Tanahlaut harus menggunakan dan menaikkan modem setinggi mungkin untuk mendapat sinyal telepon seluler 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Sejumlah daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga saat ini masih belum terjamah sinyal telepon nirkabel. Termasuk di Kabupaten Tanahlaut (Tala), setelah Kabupaten Baritokuala (Batola) dan Banjar.

Dari 182 desa di Kalsel yang susah sinyal, berdasar data dihimpun pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tala, tercatat 22 tempat (permukiman) di sejumlah desa di beberapa kecamatan yang hingga sekarang masih blank spot.

Di antaranya di Desa Sungaibakar, Tanjung, Tebingsiring di Kecamatan Bajuin. Dari catatan BPost, di wilayah ini yang masih tergolong paling susah sinyal.

Topografi di wilayah tersebut memang berupa perbukitan dan pegunungan sehingga menjadi perintang rambatan gelombang sinyal. Bahkan beberapa waktu silam sebagian warga Desa Tebingsiring mesti menggunakan modem yang ditarik ke atas layaknya menarik sangkar burung. Umumnya menggunakan kayu atau bambu sebagai tiang.

Namun sejak beberapa bulan lalu hal tersebut tidak ada lagi menyusul telah hadirnya BTS (based transciever station) yang dibangun perusahaan telekomunikasi nasional.

“Kalau di Dusun 1 dan 2 Tebingsiring sekarang sudah aman setelah hadirnya BTS. Tinggal dusun 3 dan 4 yang blank spot,” sebut Wisnu Kuntarto, camat Bajuin, Kamis (18/7).

Baca juga: Merdeka Blank Spot

Baca juga: Golkar Batal Dukung Hasnur di Pilgub Kalsel 2024, Acil Odah-Rozanie Jemput SK ke Jakarta

Dikatakannya, di wilayahnya yang juga masih susah sinyal yakni di kawasan wisata Air Terjun Bajuin di Desa Sungaibakar.
Di area bawah yakni sekitar parkir dan landmark dan sekitarnya, tidak ada sinyal. Namun ketika naik ke atas di sekitar air terjun, barulah ada sinyal.

Di wisata Pemandian Banyu Batuah berjarak sekitar satu kilometer juga masih susah sinyal.
Kondisi tersebut kerap dikeluhkan pengunjung karena otomatis sulit berkomunikasi. Apalagi biasanya wisatawan selalu ingin segera mengunggah foto-foto atau video ke akun sosial media.

Tempat lain yang juga masih susah sinyal, sebut Wisnu, yakni di sebagian wilayah di Desa Tanjung. Tepatnya di Dusun Riampinang. Warga setempat masih menggunakan modem yang dinaikkan ke atas untuk mendapatkan sinyal.
Di Tanjunghabulu pun juga masih susah sinyal meski kadang ada sinyal meski lemah. Padahal di tempat ini ada puskesmas yang juga memerlukan sinyal.

Bahkan dulu di kantor Kecamatan Bajuin pun juga blank spot. Namun setelah mendapat bantuan jaringan dari Diskominfo sehingga sejak beberapa bulan silam juga telah aman.

“Kami mengusulkan lagi ke Diskominfo Tala agar di Puskesmas Tanjung Habulu dapat dipasangi jaringan seperti di kantor kecamatan,” paparnya.

Ia mengatakan lemahnya sinyal, apalagi blank spot sangat berdampak terhadap aktivitas kantor. Apalagi era kekinian banyak dokumen atau pelaporan administrasi melalui aplikasi.

“Coba bayangkan saja kalau membuka file dokumen susah, mutar-mutar saja, tentu menghambat pekerjaan. Pada gilirannya juga berefek terhadap pelayanan publik. Karena itu sinyal memang sangat penting era sekarang ini,” tandas Wisnu.

Bahkan di kalangan masyarakat di perkampungan pun dikatakannya juga banyak warga yang bergantung pada sinyal dalam menjalankan usaha. Apalagi era kekinian mempromosikan produk sangat efektif melalui sosial media.
Kepala Desa Batutungku Said Muhammad mengatakan ada tiga dusun yang susah sinyal yaitu Dusun 1,2, dan 5. Sedangkan Dusun 3 dan 4 telah aman karena ada tower bantu.

Terpisah, Kepala Bidang E-Gov Diskominfo Tala Haderiansyah mengatakan pihaknya telah mengusulkan pembuatan kajian masterplan. “Jadi, kalau sudah ada dokumennya bisa dimanfaatkan oleh pemda, pusat, dan swasta,” ucapnya.
Dikatakannya, di pemerintah pusat sebenarnya ada program untuk mengatasi blankspot. Tapi daerah tidak punya dokumen untuk dasar pelaksanaannya. Karena itu diperlukan kajian. (idda royani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved