Mom and Kids
Mempersiapkan Anak Saat Punya Adik Lagi
Hamil anak ketiga adalah hal yang membahagiakan bagi keluarga Maulida.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hamil anak ketiga adalah hal yang membahagiakan bagi keluarga Maulida. Segala persiapan telah dilakukan untuk menyambut kelahiran jabang bayi, mulai dari perlengkapan bayi sampai biaya persalinan.
Selain itu, Maulida tak lupa mempersiapkan anak pertama dan kedua untuk punya adik, meski diakuinya mempersiapkan anak untuk punya adik memang tidak mudah.
Maulida dan suaminya, Adit, warga Banjarmasin, anak sulungnya, Raka, baru berusia tiga tahun, kemudian anak keduanya, Alingga, berusia satu tahun. Dan saat anak ketiga nanti lahir, beda usia dengan kakaknya adalah satu tahun tujuh bulan.
Anak keduanya yang masih berusia di bawah dua tahun memang belum memahami arti memiliki adik. Berbeda dengan anak sulungnya yang telah berusia dua tahun ke atas. "Sebab itu saya berusaha mempersiapkan Alingga untuk punya adik untuk mencegah munculnya kecemburuan atau perasaan diabaikan oleh kami, orangtuanya," ungkap Maulida.
Meski Alingga masih belum paham, namun Maulida tetap mengenalkan konsep kakak adik dengan menggengam tangan Alingga dan menempelkan ke perut Maulida. "Ya, saya biasakan begitu untuk membangun kedekatan antara kakak dengan adiknya nanti," ungkap Maulida.
Alingga juga ditunjukkan perkembangan perut mamanya agar sedini mungkin untuk selalu menyayangi adiknya meski masih di dalam perut.
Begitupula mengajak Alingga untuk memeriksakan kandungan agar ia bisa mendengar detak jantung bayi.
Selain itu, Maulida mulai mengganti panggilan Alingga bulan lagi adik tapi memanggilnya kakak untuk menumbuhkan rasa 'kedewasaannya.'
Saat nanti anak ketiga lahir, Maulida juga akan menerapkan sesuai pengalamannya dulu ketika membimbing Raka saat Alingga lahir. "Saya beri pengertian kepada Raka bahwa bayi yang baru lahir belum bisa bermain dengannya, tetapi kakak bisa mencium pipinya atau memegang tangannya," seloroh Maulida.
Saat itu Raka juga diminta membantu ibunya saat merawat adik bayi, sehingga ia tidak merasa diabaikan dan sibling rivalry atau pertikaian antarsaudara tidak timbul. Selain itu, tetap berikan pujian dan perhatian yang cukup untuk si kakak.
"Mempunyai adik merupakan suatu perubahan besar bagi anak. Ia membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dan benar-benar memahaminya. Yang penting lakukan adalah selalu memberi pemahaman pada anak," tandas Maulida.
Tidak bisa dipungkiri juga bahwa ibu akan sibuk dengan si kecil yang baru lahir. Oleh karena itu, Maulida minta bantuan anggota keluarga lain untuk turut mencurahkan perhatian dan kasih sayang kepada si kakak.
"Ya, tidak bisa bekerja sendiri, jadi di rumah saya juga bekerjasama dengan suami untuk memberi pengertian pada anak. Saat papahnya pulang kerja, anak diusahakan lebih lama menghabiskan waktu bersama papahnya," katanya.
Hal ini akan melatih anak agar tidak selalu bersama ibu, sehingga nantinya akan membantu saat bayi sudah lahir.
Setelah bayi lahir, tentu membutuhkan waktu untuk masa pemulihan dan waktu untuk bayi yang baru lahir. Jika anak sudah terbiasa dengan ayahnya, maka ia mungkin tidak akan merasa bahwa perhatian ibu kepadanya berkurang. "Anak tidak akan terlalu terkejut dengan berbagai perubahan yang terjadi saat anggota keluarga baru sudah datang," kata Maulida. (dea)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Maulida-bersama-sang-anak.jpg)