Berita Batola

Warga Marabahan Kota Minta Pemkab Batola Perhatikan Lembaga Pendidikan Agama

Warga Kelurahan Marabahan Kota, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Batola, mengantarkan putri semata wayangnya untuk belajar agama di Pondok Pesantren

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Edi Nugroho
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtarwahid)
Gerbang Pondok Pesantren Al Mujahidin Putri terbuka menyambut santriwati yang datang, Sabtu (28_7_2024) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Pendidikan berbasis agama Islam, semisal Pondok Pesantren masih diminati para orangtua.

Ningsih, salahsatu warga Kelurahan Marabahan Kota, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, mengantarkan putri semata wayangnya untuk belajar agama di Pondok Pesantren.

Namun, ibu rumah tangga itu menilai Pemerintah Kabupaten Barito Kuala belum setara memberikan pelayanan pendidikan.

Dia menginginkan belajar mengajar yang terbaik bagi generasi muda di Kabupaten Barito Kuala.

Baca juga: Ditargetkan Berkurang Setiap Tahun, Sisa Area Kumuh di Banjarmasin Mencapai 380 Hektare

Baca juga: Petakan Kerawanan Pilkada Serentak, Ini Potensi Pelanggaran dan Strategi Pencegahan Bawaslu Batola

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dimintanya agar memperhatikan lembaga pendidikan agama Islam.

"Semoga Pemerintah Kabupaten Barito Kuala memajukan pendidikan pondok pesantren sama dengan sekolah umum seperti SMP ," kata Ningsih di pintu gerbang Pondok Pesantren Al Mujahidin Putri di Jalan AIS Nasution, Kelurahan Marabahan Kota, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (28/7/2024).

Ningsih mengaku sengaja memilih anaknya untuk belajar agama, setelah lulus sekolah dasar agar anaknya berbudi pekerti luhur, memiliki akhlak mulia dan paham agama Islam.

Harapan yang sama juga ditujukan Ningsih kepada para anggota DPRD Kabupaten Barito Kuala yang bakal dilantik pada Agustus 2024 ini

"Semoga anggota dewan memerhatikan anak -anak santriwati kegiatan belajarnya disamakan pelajar sekolah umum," ujarnya.

Muhammad Raihan, mengaku berkunjung di Pondok Pesantren Al Mujahidin Putri karena mengantar adiknya yang duduk di bangku kelas 9.

"Adiknya saya angkatan pertama, kelas III Tsanawiyah di Pondok Pesantren Al Mujahidin Putri ini," katanya.

Wulansari, santriwati asal Kecamatan Kuripan dan Nahdia asal Kecamatan Bakumpai mengaku sudah merasa nyaman belajar di Pondok Pesantren Al Mujahidin Putri.

"Saya merasa enak," ujar adik sepupu, Rahmah, warga Kelurahan Marabahan Kota yang mengantarkan keduanya.
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtarwahid)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved