Ngopi Sore
OJK Berbagi Strategi Mengelola Keuangan di Era Digital Bagi Anak Muda, Tekankan Pentingnya Inovasi
Btalk spesial dalam rangka HUT Banjarmasin Posr Jumat 1 Agustus 2024 ini menampilkan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalsel
Penulis: Salmah | Editor: Irfani Rahman
BANJARMASINPOST.CO.ID- Muda selalu senang, tua hidup tenang.. Ingin? Semua bisa kok. Kelola uangmu semasa muda, agar dimasa tua terus bahagia.
Caranya mudah, apalagi di era digital saat ini Mau tahu caranya? Semua disampaikan di Program Ngopi Sore atau Ngobrol Pintar Seputar Ekonomi edisi spesial HUT ke-53 Banjarmasin Post, Jumat 2 Agustus 2024, pukul 15.00 Wita.
Narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalsel berbagi strategi bagi anak muda untuk mengelola keuangan di era digital yang dipandu Danti Ayu Sekarini, Jurnalis Banjarmasin Post.
Acara itu tayang secara live dan interaktif di studio BPost yang dihadiri para anak muda dari kalangan mahasiswa dan bisa pula disimak di chanel YouTube Banjarmasin Post News Video, Facebook BPost Online dan Instagram @banjarmasinpost.
Andy Yuliman, Kabag Pengawasan Perilaku PUJK, EMK dan LMS Kantor OJK Kalsel, menjelaskan, bahwa mengelola keuangan secara digital penting.
"Pentingnya itu karena kita memang menghadapi era digital, selain itu mengelola keuangan lebih efisien dan tentunya meningkatkan literasi keuangan," jelasnya.
Baca juga: Geopark Meratus Tak Lama Lagi
Dengan Inovasi Keuangan Digital (IKD) mendorong pelayanan jasa keuangan yang lebih cepat, murah, mudah, dan luas sehingga dapat menjangkau daerah terpencil dalam rangka mempersempit disparitas ekonomi yang tinggi antar wilayah.
Meski demikian diakui bahwa inovasi dan teknologi memiliki dua sisi, yaitu sisi yang memberikan manfaat atau sisi yang berpotensi membawa risiko serta dapat menimbulkan ketidakstabilan sektor keuangan.
"Inovasi perlu diarahkan agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat serta mengedepankan tata kelola yang baik agar tercipta perlindungan konsumen," papar Andy.
Kebutuhan konsep pengaturan yang light touch and safe harbour untuk tumbuh kembangnya inovasi.
Diperlukannya penciptaan ekosistem keuangan digital melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"Peluang dalam IKD adalah Inovasi teknologi, efisiensi operasional dan aksesibilitas layanan. Namun tantangannya adalah investasi besar, inovasi cepat, kejahatan siber dan perlunya infrastruktur telekomunikasi," bebernya.
Dalam upaya pencegahan dan penanganan kejahatan bank digital, OJK telah mengeluarkan sejumlah regulasi untuk membantu bank menyusun langkah preventif dalam menjaga ketahanan dan keamanan sistem informasi atau teknologi yang digunakan.
Melalui POJK dan SEOJK, industri perbankan didorong untuk memperkuat pengamanan informasi dalam penyelenggaraan TI secara menyeluruh, termasuk aspek sumber daya manusia, proses, teknologi, dan lingkungan fisik.
Inovasi dan penggunaan teknologi yang bijak dengan POJK dan SEOJK, perbankan diharapkan lebih inovatif, progresif, dan selektif dalam memanfaatkan TI secara bijak untuk mendukung visi dan misinya.
OJK juga secara aktif melakukan pengawasan kepatuhan terhadap ketentuan ini melalui pemeriksaan umum maupun insidental, sesuai dengan kebutuhan dan analisis profil serta kerawanan.
OJK juga mengedukasi masyarakat secara online berupa Learning management system yang bisa disimak di website lmsku.ojk.go.id.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Andy-Yuliman-Kabag-Pengawasan-Perilaku-PUJK-EMK-dan-LMS-Kantor-OJK-Kalsel.jpg)