Berita Tanahbumbu
Pasar Raya Bumi Pangeran Sepi Pembeli, Begini Pengakuan Pedagang
Pasar Raya Bumi Pangeran Pagatan, Tanahbumbu, sepi. Tidak banyak aktivitas jual beli yang dilakukan pedagang dan pembeli
Penulis: Muhammad Fikri | Editor: Kamardi Fatih
BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Pasar Raya Bumi Pangeran Pagatan, Tanahbumbu, sepi. Tidak banyak aktivitas jual beli yang dilakukan pedagang dan pembeli.
Bangunan yang mulai di tempati pada 2013, pasca kebakaran yang menimpa pasar ini, sempat jaya-jayanya sewaktu awal penempatan para pedagang di pasar yang memiliki tiga lantai itu.
Kini, banyak toko-toko pedagang yang tutup, ditinggal pemilik atau pedagang, karena sebagian ada yang gulung tikar, ada yang berpindah profesi dan lain sebagainya.
Seperti di lantai tiga pasar ini, 184 toko yang tersedia, semuanya sudah tidak berpenghuni lagi, bahkan berpindah menjadi tempat maksiat seperti menghisap lem, minuman bercampur alkohol dan aktivitas kejahatan lainnya.
Di lantai tiga ini, juga plafon dari bangunan sebagian sudah ada yang runtuh serta ada yang kebanjiran dikarenakan ada kebocoran.
Dikatakan Ketua Asosiasi Pedagang Kain, Muslim, dulunya di lantai tiga ini sempat terisi sebagian waktu awal-awal ditempati.
Lantai tiga ini, diisi pedagang kain dan emas. Namun, seiring berjalannya waktu pedagang mulai ada yang berpindah karena alasan utama, kurangnya pembeli.
“Ada yang bangkrut, gulung tikar, ganti usaha. Dulu diisi pedagang kain dan emas, dulu waktu awal awal mendaftar banyak, setelah dua tiga bulan kosong diatas (lantai tiga/rad),” ujar Muslim, Selasa (6/8/2024).
Muslim mengatakan, lantai tiga ini harus segera dimanfaatkan, agar tidak dijadikan sebagai tempat maksiat .
Pedagang di Pasar Raya Bumi Pangeran Pagatan kain di lantai dua Pasar Raya Bumi Pangeran Pagatan, sangat mengeluhkan kurangnya daya beli masyarakat.
Seorang pedagang kain lantai dua Pasar Raya Bumi Pangeran Pagatan, H Hayadi mengatakan, omsetnya sangat menurun drastis.
“Kalau daya beli di pasar Pagatan ini sepi sekali, tidak ada pengunjung. Dari senin sampai hari pasar juga kurang pembelinya,” ujarnya, Selasa (6/8/2024).
Paling yang datang kata dia, seminggu itu tidak terlalu banyak. Padahal, yang buka di lantai dua ini terdapat puluhan pedagang, khusus pedagang kain.
Dalam satu minggu, Hayadi mengatakan, paling ada dua sampai tiga orang pembeli yang datang.
Menurutnya, kondisi ini sudah berjalan cukup lama hingga saat ini. Sebab, daya beli yang kurang. Bahkan, para pedagang kain, untuk membayar retribusi sudah menunggak hampir satu tahun.
“Hampir satu tahun kita menunggak bayar retribusi, apa yang dikasih dan dibayarkan ke pemerintah, lebih baik kita menyimpan untuk makan,” ujarnya.
Perbandingan antara dulu dan sekarang, dia mengungkapkan, daya beli masyarakat cukup tinggi, apalagi sebelum adanya jualan online.
| Warga Tanahbumbu Kalsel Diingatkan Ancaman Hujan dan Petir, Berpotensi Pohon Tumbang |
|
|---|
| Waspada Cuaca Ekstrem di Tanahbumbu, Hujan Guyur Batulicin dan Sekitarnya Sejak Siang |
|
|---|
| Kecelakaan di Jalan Provinsi KM 194 Angsana Tanahbumbu, Pengendara Scoopy Tewas |
|
|---|
| Sebab Utama Kecelakaan di Desa Pakettelo Tanahbumbu Kalsel, Dua Korban Sampai Tak Sadarkan Diri |
|
|---|
| Raja Dangdut Rhoma Irama Bersama Soneta Group Bakal Guncang Pantai Pagatan Tanahbumbu Sabtu Malam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Pasar-Raya-Bumi-Pangeran.jpg)