Tribun Smart
Kampanye Kesehatan di Media Sosial
Ajang pemilihan duta sangat disukainya. Bukan karena ingin punya gengsi melainkan dengan alasan menguji kemampuan diri dan mental berkompetisi.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Ajang pemilihan duta sangat disukainya. Bukan karena ingin punya gengsi melainkan dengan alasan menguji kemampuan diri dan mental berkompetisi.
Astika Fauziah Ananda atau akrab dipanggil Tika, sejak sekolah memang aktif berkegiatan organisasi bahkan hingga sekarang kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.
Pemilihan duta yang sudah ia ikuti yaitu Duta GenRe (Generasi Berencana) Kota Banjarmasin 2024 dan ia terpilih sebagai Duta GenRe Sosial Media.
"Saya suka cari pengalaman baru, dengan pemilihan duta saya jadi punya banyak jejaring pertemanan baru. Apalagi ada kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dapat menambah wawasan," tukasnya.
Sebagai Duta GenRe Sosial Media ia berkontribusi di bidang media sosial yang mengedukasi masyarakat tentang berbagai hal positif. "Juga menyosialisasikan beberapa hal terkait sosial, kesehatan, misal soal stunting, anti bully dan sebagainya," kata Tika.
Alumnus Pondok Pesantren Modern MAS Darul lstiqamah, Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST) ini, berusaha agar penggunaan sosial media dilakukan secara positif.
"Saya mengkampanyekan menggunakan media sosial yang bermanfaat, bukan ajang bully, share yang tidak semestinya dan sebagainya yang negatif," kata Eksekutif Muda BEM Psikologi di kampusnya ini.
Tika yang lahir di Desa Muara Laung 1 pada 17 September 2004, punya target bisa menjadi role model positif bagi masyarakat. "Sebab itulah saya ikut pemilihan duta. Dengan begitu saya ditonton banyak orang dan tidak menonton. Tapi ditonton di sini adalah secara positif, apa yang kita lakukan menjadi contoh baik bagi orang yang menonton," tandasnya.
Dalam hal mencapai target, disadari Tika memang panjang prosesnya. Namun harus punya tekad bahwa kita bisa, maka itu akan mendorong kita untuk terus maju.
Kalau gagal, bangkit lagi, karena kita perlu belajar, sebab tidak semua proses langsung jadi, pasti akan ada jatuhnya.
Dari kegigihan Tika, tak heran ia pernah Juara 1 Indonesian Speech 2022/2023, Top 10 Economic Debate Se-Kalsel Tingkat SMAMA 2022/2023, Peraih Medali Perunggu Kompetensi Nasional Bahasa lndonesia Tingkat Mahasiswa 2023/2024 dan Juara 3 Lomba Debat Tingkat Fakultas UMBJM 2023/2024.
Tika yang punya kemampuan dua bahasa asing, Inggris dan Arab. Juga Juara 2 English Speech UMBJM 2023/2024, RU 3 Putri PsikologiUMBJM 2023/2024 dan AmbassadorOf Ruang Psikologi Indonesia 2023/2024.
Dikisahkan, selepas madrasah tsanawiyah di tempat kelahirannya di Desa Muara Laung, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, Astika Fauziah Ananda melanjutkan sekolah ke Kalimantan Selatan.
Pondok Pesantren Modern MAS Darul lstiqamah, Barabai, Hulu Sungai Tengah adalah wadahnya menuntut ilmu. "Walaupun tidak punya keluarga di Kalimantan Selatan, tapi karena niat menuntut ilmu, membuat saya berani sendiri, karena yakin dengan lindung Allah SWT," ujarnya.
Terbukti, didikakan pondok pesantren membuatnya tak hanya cakap soal agama tapi juga mampu hidup mandiri, sehingga saat melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah, ia semakin percaya diri.
"Kemandirian memberikan banyak pengalaman hidup sebagai bekal di masa depan, terpenting adalah segala kegiatan dilakukan adalah positif, jaga kepercayaan orangtua dan berikan kebanggan pada mereka," tandas Tika yang giat berorganisasi dan juga aktif berbisnis online.(dea)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Astika-Fauziah-Ananda.jpg)