Berita Banjarmasin

Ingatkan Soal Marak Penipuan Lewat QR Code, Kadiskominfotik Banjarmasin Beri Tips Terhindar Quishing

Kepala DiskominfotikBanjarmasin, Windiasti Kartika mengingatkan, soal maraknya penipuan yang memanfaatkan QR Code

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
KANTOR PERWAKILAN BI KALSEL
ILUSTRASI - Pengunjung melihat cara penggunaan QR code standar yang terpampang pada kegiatan Pesta Rakyat Banua di Taman Siring Nol Kilometer, Kota Banjarmasin, Kalsel, Minggu (20/8/2023). Kini, masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap penipuan dengan modus QR Code Palsu atau Quishing. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pelayanan, aplikasi, serta proses pembayaran saat ini sudah semakin mudah dengan QR code

Bahkan, beberapa rumah makan di Banjarmasin menyediakan menu melalui QR code. Termasuk juga pusat perbelanjaan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Banjarmasin, Windiasti Kartika mengingatkan, soal maraknya penipuan yang memanfaatkan QR code

Windi sapaan akrabnya menyebut, penipuan dengan QR code ini dikenal dengan istilah quishing. 

Baca juga: Beli Pertalite di SPBU Akan Pakai QR Code, Ini Respon Warga Sungai Lulut Banjarmasin Kalsel

Baca juga: Penyaluran LPG Bersubsidi Lebih Praktis dengan Membagikan Kartu Berisi QR Code

Ia menjelaskan ada perbedaan antara barcode dan QR code. Menurutnya barcode itu biasanya ditemukan di kemasan-kemasan barang. 

Seperti makanan ringan atau kebutuhan harian. Barcode itu terdiri dari garis-garis yang di-scan oleh kasir untuk menunjukkan stok barang dan sebagainya. 

Sedangkan, QR code sering digunakan untuk pembayaran atau tanda tangan elektronik. 

Namun, disebutkannya, saat ini penipuan justru mengintai pengguna QR kode atau istilah quishing

"Quishing yakni phising yang menggunakan QR code. Ini memang sering terjadi di Banjarmasin," jelasnya, Selasa (20/8/2024).

Menurut Windiasti, quishing adalah metode pishing yang mengelabui korban melalui QR Code palsu. 

Ia menyebut quishing bertujuan untuk mencuri data pribadi. Seperti nama, data login, OTP, dan sebagainya. 

"Biasanya, pelaku menempelkan QR Code palsu di tempat-tempat umum, seperti kotak amal atau spanduk, seolah-olah dikeluarkan oleh lembaga resmi,” jelasnya.

Windiasti juga memberikan tips untuk menghindari menjadi korban quishing.

Baca juga: Bank Kalsel Imbau Waspadai Soceng dan Cermati Scan QRis

Menurutnya jangan asal scan QR code. Terutama yang ditempel di tempat umum.

"Selalu cek apakah QR code tersebut meminta data pribadi seperti nama, alamat, atau data login. Jika ragu, periksa apakah rekening bank yang dituju benar-benar milik lembaga yang bersangkutan,” pungkasnya

"Kami berharap ASN dan masyarakat bisa waspada dengan penggunaan QR code. Harus waspada terhadap potensi penipuan ini dan selalu berhati-hati saat menggunakan teknologi," pesannya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved