Berita Tanahlaut

Setiap 20 Meter Ada Kerusakan Jalan, Begini Kondisi Jalan Utama di Tanahlaut

Kerusakan terparah berada di wilayah Desa Takisung, disusul Desa Tabanio. Satu desa lainnya yang terletak di antara dua desa ini yaitu Pagatanbesar

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Kamardi Fatih
banjarmasin post
Kerusakan parah menyelubungi jalan poros penghubung antarkampung nelayan di Kecamatan Takisung. Dulu mulus beraspal, sekarang seperti ini kondisinya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Mulusnya jalan poros yang menghubungkan tiga kampung nelayan di Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut, kini tinggal kenangan. Kondisinya sekarang rusak berat yang cukup sulit dilewati.

Kerusakan terparah berada di wilayah Desa Takisung, disusul Desa Tabanio. Satu desa lainnya yang terletak di antara dua desa ini yaitu Pagatanbesar, tingkat kerusakan tak begitu sporadis.

Penuturan warga setempat kerusakan tersebut terjadi sejak sekitar pertengahan Juni 2024. Ini seiring intensnya lalu lalang (siang malam) armada pengangkut material (bebatuan besar) untuk proyek pembuatan pemecah gelombang di tiga kampung nelayan tersebut.

Jika dulu jalan kabupaten tersebut terselubungi aspal, kini nyaris tak tampak lagi. Lapisan aspal banyak yang terkelupas dan menyisakan lubang-lubang yang dalam dan cukup rawan ketika kendaraan slip.

Area atau itik-titik kerusakan cukup banyak dan jarak antartitik kerusakan bervariasi, ada yang puluhan meter, ada pula.yang hanya beberapa meter.

Bentang panjang kerusakan pada tiap titik juga bervariasi. Ada yang mencapai sekitar 20 hingga 50-an meter, ada pula yang hanya dua hingga lima meter.

Penanganan berupa pengurukan memang telah dilakukan oleh pihak pelaksana proyek pembuatan pemecah gelombang. Ini terlihat adanya urugan material berupa bebatuan ukuran sedang dan besar.

Tapi urugan tersebut banyak yang terserak karena terus terlewati armada beban berat pengangkut material proyek. Material urug  sebagian meluber ke sana ke mari sehingga kian menyulitkan pengendara melintas.

Para pengendara harus benar-benar ekstra berhati-hati ketika melewati bebatuan besar material urug yang terserak. Terlebih apabila berpapasan dengan mobil.

Mobil jenis city car rentan menyangkut pada bumper depannya. Bahkan mobil yang lebih tinggi dari kelas ini pun juga tak sepenuhnya aman jika tak piawai memilih lajur yang aman.
Keluhan warga pun kian sering terdengar. Bahkan tiga hari lalu keluhan tersebut ramai diperbincangkan di grup sosial media ternama di Tala. 

Intinya mengharapkan jalan tersebut segera diperbaiki agar setidaknya tak terlampau sulit dilewati. Selain itu juga merisaukan ketika kelak tiba musim penghujan karena pasti kondisinya kian parah dan rawan.

Kepala Desa Pagatanbesar Hamberani mengatakan kerusakan badan jalan tersebut memang sangat merepotkan warganya beraktivitas. Termasuk para pelintas jalan karena kerusakan yang cukup parah.

"Kami meminta pihak pemborong memperbaiki kerusakan jalan setelah proyek selesai. Perbaikan sementara dulu, tutup lubang-lubangnya dan diratakan untuk mengurangi kerawanan," ucapnya, Selasa (27/8/2024).

Sebab, kondisi kerusakan cukup parah di beberapa tempat dan membahayakan. Apabila tak segera ditangani meski sementara maka berpotensi memunculkan kerusakan yang teramat parah ketika nanti mulai tiba musim penghujan. 

Saat ini saja, dikatakan Hamberani, pengendara susah payah melintasinya. Jarak tempuh ke Desa Takisung yang semula hanya sekitar seperempat menit, sekarang hingga setengah jam. Warga (pengendara) harus berjalan pelan agar tak terjatuh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved