Tribun Smart
Belajar Manajemen Diri dan Kepemimpinan
Yunisa sudah mandiri sejak awal kuliah dan tidak membebani orangtua dengan biaya jajan apalagi biaya kuliah. Semua ia biayai sendiri.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Mandiri sejak awal kuliah dan tidak membebani orangtua dengan biaya jajan apalagi biaya kuliah. Semua ia biayai sendiri dari hasil usahanya.
Yunisa Enny Stirman, mengungkapkan, sebenarnya ia tidak ada pikiran untuk kuliah. Namun motivasi datang dari ibunya agar putri tunggalnya itu melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. "Ibu saya dulunya tidak kuliah, jadi beliau ingin anaknya kuliah. Lantas saya bertekad agar bisa kuliah dengan biaya sendiri," ujar Yunisa yang sejak 15 tahun silam ditinggal ayahnya berpulang ke rahmatullah.
Makanya saat kelas 12 di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin, Yunisa mulai mencari penghasilan sebagai guru Taman Pembelajaran Al-Qur'an agar bisa menjadi simpanan untuk biaya kuliah nanti.
"Syukurlah pada 2022 itu diterima tanpa tes di UIN Antasari karena lewat jalur nilai raport," terang mahasiswi Fakultas Ushuluddin dan Humaniora Program Studi Agama-Agama semester lima ini.
Aktivitas warga Jl Pasir Mas, Banjarmasin ini, selain kuliah yaitu mengajar, mengurus asrama sebagai musyrifah. "Mengajar privat mengaji empat kali dalam seminggu, lanjut Sabtu-Minggu menjadi tutor bimbingan belajar," jelasnya.
Honor mengajar menjadi penghasilan untuk biaya kuliah ditambah beasiswa dan honor pengasuh asrama kampus. "Saya sebagai Musyrifah Asrama 2 UIN Antasari Banjarmasin masa tugas 2023 sampai 2025 atau dua periode," jelasnya.
Tinggal di asrama memang salah satu proses yang harus dijalani para mahasiswa dan mahasiswi baru. Dan mereka mendapat bimbingan agama di sana.
Alhamdulillah, lanjut Yunisa, dalam hal pengasuhan asrama ia tidak mendapat kendala berarti, seban para mahasiswi di asrama tersebut tergolong tertib. Apalagi banyak yang lulusan pondok pesantren jadi sudah biasa tinggal di asrama.
"Saya hanya melakukan pendekatan sebagai teman, hanya saja saya tekankan soal adab misalnya antara santri dan musyrifah," katanya.
Diakui Yunisa, aktivitas harian yang cukup padat membuatnya tidak bisa bersantai layaknya banyak anak muda seusianya, misal nongkrong atau jalan-jalan.
"Setiap malam saya full di asrama, setelah selesai tausiyah pukul 21.00 ada sih waktu istirahat satu jam, kemudian kembali masuk asrama pukul 22.00. Jadi kalau ada rapat organisasi di luar kampus, saya tak bisa hadir," jelasnya.
Adapun organisasi yang ia ikuti yaitu sebagai anggota bidang Minat dan Bakat, Sanggar Seni Lukis Kaligrafi Al-Banjary UIN Antasari Banjarmasin.
Anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan Studi Agama-Agama, Bidang Akademik dan Intelektual.
"Aktif di organisasi tak hanya sebagai wadah silaturahmi tapi juga pembelajaran manajemen dan kepemimpinan," pungkasnya. (dea)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Yunisa-Enny-Stirman.jpg)