Berita Banjarbaru
Dirjen Planologi KLHK Tantang ULM Buat Kajian, Dukung Pegunungan Meratus Jadi Taman Nasional
Direktur Jenderal (Dirjen) Planologi Kehutanan RI, Hanif Faisol Nurofiq tantang peneliti ULM untuk bikin kajian
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Irfani Rahman
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU -Ada fakta yang cukup menarik saat Direktur Jenderal (Dirjen) Planologi Kehutanan RI, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan kuliah umum di acara dies natalis ULM di Banjarbaru kemarin.
Setelah dibedah berdasar data, ternyata Kalimantan Selatan masih belum punya Taman Nasional.
Karena itu, Dirjen Planologi Kehutanan RI, Hanif Faisol Nurofiq, meminta peneliti di ULM untuk bisa ada Taman Nasional di Kalsel.
Tentunya dari dukungan kajian para peneliti dan stakeholder di ULM juga mesti harus dukung keberadaan taman nasional di Kalsel.
"Kini tengah disusun untuk diusulkan Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan naik status dari Kawasan Hutan Lindung menjadi Taman Nasional, dan kami di KLHK akan mendorong dan mendukung hal ini," jelasnya.
Oleh Hanif, dibeberkan data, di Indonesia Indonesia memliki lahan basah seluas 40,5 juta hektar.
Baca juga: Pegunungan Meratus di Kalsel Diusulkan Naik Status Jadi Taman Nasional
Baca juga: Catat, Mulai Besok Jalan Bebas Hambatan Banjarbaru - Batulicin Ditutup Sementara, Ini Penyebabnya
Dari jumlah tersebut, tercatat seluas 1,37 juta hektar lahan basah yang masuk ke dalam situs Ramsar di Indonesia
yang mencakup 7 kawasan, yaitu; Taman Nasional Berbak (141.261,94 ha), Taman Nasional Sembilang (202.896,31 ha), Taman Nasional Danau Sentarum (130.000 ha), Taman Nasional Wasur (431.425,12 ha), Taman Nasional Rawa Aopa Watumoha (105.194 ha), Suaka Margasatwa Pulau Rambut (90 ha), dan Taman Nasional Tanjung Putting (415.040 ha).
Selain ketujuh kawasan tersebut, Indonesia masih memproses dan melengkapi dokumen dan persyaratan-persyaratan pada kawasan lahan basah yang tersebar di Indonesia untuk menjadi Situs Ramsar.
Karena di Kalsel masih belum ada taman nasional, maka perlu kiranya didorong untuk Pegunungan Meratus ini jadi taman nasional.
Selain menyindir soal Taman Nasional, Mantan Kadishut Kalsel tersebur juga meminta ULM ambil peran utama dalam pengembangan lahan basah.
Sebab, kata Hanif, dari total luas lahan basah di Kalimantan Selatan adalah 1.19 juta hektar atau 23,39 persen dari total luas daratan Kalimantan.
Karena itu, ULM juga perlu mengambil langkah strategis dalam mengelola lahan basah di Kalimantan Selatan sehingga mampu mewujudkan Universitas terkemuka dalam pengelolaan lahan basah.
"Baik pengembangan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan serta praktek profesional pengelolaan lahan basah," jelasnya.
(banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)
Direktur Jenderal (Dirjen)
Dirjen Planologi
Taman Nasional
Pengunungan Meratus
Peneliti ULM
KLHK
Banjarmasinpost.co.id
Hanif Faisol Nurofiq
| Ular Kobra Hingga Kadal Bermunculan di Permukiman Saat Banjir Kalsel, Warga Diimbau Lakukan Ini |
|
|---|
| Banjir Surut, Pembelajaran di SDN 2 Bangkal Banjarbaru Kembali Normal, Perpustakaan Sempat Terendam |
|
|---|
| Terdampak Banjir di Banjarbaru, Taridah dan Dua Anaknya Pilih Tidur di Atas Jembatan |
|
|---|
| SDN 2 Bangkal Banjarbaru Tergenang Banjir, Pembelajaran Jarak Jauh Diberlakukan Sementara |
|
|---|
| Daftar 11 Pejabat Eselon II Pemprov Kalsel yang Baru Dilantik, Gubernur Ingatkan Evaluasi Kinerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Direktur-Jenderal-Dirjen-Planologi-Kehutanan-RI-Hanif-Faisol-Nurofiq-Tengah-baju-batik.jpg)