Insight

Wakil Putri Sasirangan Banjarmasin Ini Terjun Jadi Tour Guide

Menjadi pemandu wisata atau tour guide menjadi profesi yang digeluti Dina Arianti.

Tayang:
ISTIMEWA
Dina Arianti 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menjadi pemandu wisata atau tour guide menjadi profesi yang digeluti Dina Arianti.

Bertugas mendampingi dan memberikan petunjuk kepada wisatawan sudah ditekuni Wakil Putri Sasirangan Kota Banjarmasin ini sejak 2023 lalu.

Dina mengaku, awalnya terjun sebagai tour guide hanya karena ajakan teman yang melihat kecintaan dirinya terhadap eksplorasi alam dan budaya lokal.

“Kebetulan sedang menjabat sebagai Duta Pariwisata Nanang Galuh Intan Kabupaten Banjar,” katanya.

Bagi Dina, menjadi pramuwisata merupakan salah satu momen paling berkesan dalam hidupnya.
Terlebih, ketika dirinya dipercaya memandu wisatawan bukan hanya dari lokal, namun hingga luar daerah.

“Itu membuat saya sadar bahwa pekerjaan ini lebih dari sekadar memandu, tetapi juga menciptakan momen berharga bagi orang lain,” tuturnya.

Pada tahun 2024, Dina mendapatkan kesempatan istimewa untuk menjadi tour guide dalam acara Pekan Olahraga Wartawan Nasional yang diadakan di Kalsel.

Salah satu destinasi unggulan yang dikunjungi oleh para peserta adalah Pasar Terapung Lok Baintan.

“Bagi saya, menjadi bagian dari acara besar seperti Porwanas adalah pengalaman yang sangat membanggakan, sekaligus penuh tantangan,” ujarnya.

Sejak awal, dia tahu bahwa tugas itu akan berbeda dari tur biasanya. Para peserta Porwanas adalah para wartawan dari berbagai daerah di Indonesia, yang tidak hanya tertarik pada keindahan destinasi, tetapi juga pada cerita dan makna budaya di baliknya.

Sebagai seorang tour guide, Dina harus memastikan bahwa setiap detail tentang sejarah, tradisi, dan kehidupan di pasar terapung ini disampaikan dengan cara yang menarik dan informatif.

“Saya bisa melihat kekaguman di wajah para peserta saat mereka mengabadikan momen tersebut dengan kamera mereka,” ucapnya.

Salah satu momen paling berkesan ketika menjadi tour guide Porwanas adalah ketika Dina bercerita tentang sejarah Pasar Terapung yang sudah ada sejak zaman Kesultanan Banjar.

Dina bercerita, ada satu kejadian yang sangat menyentuh hatinya. Ketika itu, seorang peserta, berbicara kepada dirinya saat sedang menyusuri sungai.

Peserta itu mengatakan, ini adalah pertama kalinya dia melihat langsung kehidupan pasar terapung, yang dianggap sebagai identitas bangsa. 

“Mendengar kata-kata itu, saya merasa bangga telah menjadi jembatan antara para wisatawan dan warisan budaya lokal. Sebagai seorang tour guide, tugas saya bukan hanya menunjukkan pemandangan indah, tetapi juga membantu orang lain memahami dan menghargai kekayaan tradisi yang kita miliki,” tuturnya. (msr)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved