10 Tahun Pemerintahan Jokowi

Bisa Panen Hingga Tiga Kali Setahun, Junaidi Senang Ada Bendungan Tapin 

Senyum semringah terukir dibibir Junaidi, petani asal Desa Timbung, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Muktar Wahid
BENDUNGAN - Bendungan Tapin di Desa Pipitak Jaya, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Rabu (09/10/2024). Bendungan Tapin termasuk dalam program pembangunan 65 bendungan besar di Indonesia yang digagas Presiden Jokowi dan direalisasikan dalam 10 Tahun Pemerintahan Jokowi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Senyum semringah terukir di bibir Junaidi, petani asal Desa Timbung, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, saat menceritakan produktivitas pertaniannya. 

Dia bercerita, hasil sawahnya melonjak berkali lipat sejak sistem irigasi di persawahan desanya semakin baik dengan keberadaan Bendungan Tapin. 

“Saat irigasi normal, bisa saja tiga kali tanam. Tahun ini saya tanam padi dua kali panen. Sebelum ada irigasi, tanam padi satu kali saja," ujarnya saat dijumpai reporter Banjarmasinpost.co.id, Rabu (9/10/2024). Ketika itu, Junaidi melihat perkembangan padi di sawah seorang kawannya. 

Tampak hamparan sawah menghijau subur dengan tangkai padi yang sudah berbulir dengan warna kuning kehijauan. 

PETANI - Junaidi, petani asal Desa Timbung, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan.
PETANI - Junaidi, petani asal Desa Timbung, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan. (Banjarmasinpost.co.id/Muktar Wahid)

Menurut Junaidi, dari 40 borong sawah miliknya– sekira 1,1 hektare (ha)– hasil panen lebih melimpah. Dia pun bisa panen dua hingga tiga kali dalam setahun.

Junaidi juga mengaku tidak khawatir sawahnya kekeringan atau kebanjiran. Sebab jika tanaman padi sudah mengeluarkan bulir, air dari saluran irigasi disesuaikan.

Begitu pula musim tanam padi, kini lebih teratur. "Jika sebelum ada irigasi, petani di Desa Timbung menunggu musim hujan baru menanam padi," jelasnya. 

Kabupaten Tapin di Provinsi Kalimantan Selatan  merupakan salah satu lumbung padi di Kalsel. Salah satu keberhasilan wilayah ini dalam sektor pertanian, karena irigasi yang baik, khususnya sejak dibangun dan diresmikannya Bendungan Tapin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berada di Desa Pipitak Jaya, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Bendungan Tapin termasuk dalam program pembangunan 65 bendungan besar di Indonesia yang digagas Presiden Jokowi dan direalisasikan dalam 10 Tahun Pemerintahan Jokowi.

Bendungan ini diresmikan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 18 Februari 2021 silam. Ini juga menjadi salah satu legacy Jokowi di Kalimantan Selatan. 

Dibangun sejak 2015, bendungan ini menelan dana Rp 1,058 triliun murni dari APBN multiyears dan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di Banua.

Tidak hanya bermanfaat di sektor pertanian, tapi juga sektor perikanan. 

Tokoh masyarakat di Desa Pipitak Jaya, Subadi, merasakan sejak ada Bendungan Tapin, dirinya lebih gampang mencari ikan.

"Di kawasan Bendungan Tapin berbagai jenis ikan air tawar terkumpul. Untuk memancing ada areal tertentu yang disediakan pihak pengelola bendungan," katanya.

Petugas pengelola Bendungan Tapin, Rahmat Heriyanto mengatakan kapasitas Bendungan Tapin dapat menampung air sebanyak 56,70 juta meter kubik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved