Book Lover
Cari yang Membuat Jatuh Cinta
Minatnya membaca diwarisi ayah dan ibunya yang notabene adalah kutu buku, sehingga sejak kecil ia sudah dikenalkan dengan buku.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Minatnya membaca diwarisi ayah dan ibunya yang notabene adalah kutu buku, sehingga sejak kecil ia sudah dikenalkan dengan buku. Jadi tanpa ada upaya khusus untuk mengajarkan, sejak kecil tertarik membuka-buka buku.
"Pada usia 4 tahun, saya sudah bisa membaca, meski belum diajarkan secara formal. Kebiasaan ini terbentuk dari rutinitas abah dan mama yang sering membacakan buku, memulai dari melihat gambar, hingga saya akhirnya tertarik membaca sendiri," ungkap warga Muara Uya, Hulu Sungai Utara (HSU) ini.
Meskipun ia tidak ingat persis kapan mulai menyukai membaca, namun ibunya sering bercerita bahwa sejak kecil ia sudah sangat menyukai buku.
Pengaruh lingkungan keluarga yang gemar membaca ini menjadi fondasi yang kuat bahu Alumni Mahad Aly Rasyidiyah Khalidiyah dan STIQ Amuntai ini dalam membentuk kebiasaan membaca saya hingga sekarang.
"Saya menyukai hampir semua genre bacaan, tergantung pada kebutuhan saat itu. Jika ingin hiburan, saya memilih membaca novel. Untuk menyegarkan pikiran, saya sering membaca majalah Bobo khususnya pada bagian dongeng dan cerpennya," kata Wisudawan Terbaik 1 Mahad Aly Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai 2022 tersebut.
Ketika membutuhkan referensi, Juara 2 Esais Muda Pesantren 2021 Tingkat Nasional oleh Alif.id dan Kemenag RI ini lebih suka membaca buku-buku ilmiah.
Saat merasa tidak percaya diri, buku-buku self-improvement menjadi pilihan. Ketika ingin berdiskusi atau memperdalam suatu topik, ia membaca buku-buku terkait. Saat masih di MI, ia juga sangat menyukai komik Miiko, Conan dan Doraemon serta buku KKPK.
"Menurut saya, setiap jenis bacaan memiliki perannya masing-masing. Novel membantu saya berimajinasi dan melarikan diri dari rutinitas, majalah ringan seperti Bobo membuat pikiran lebih segar, buku ilmiah menambah wawasan, sementara buku self-improvement memberikan motivasi dan inspirasi," katanya.
Ia biasanya membaca pada siang hari sebelum tidur atau kapan saja ketika sedang ingin. Dalam sehari, setidaknya menggunakan waktu minimal dua jam untuk membaca. Namun, jika sedang ada buku baru, terutama novel karya Tere Liye, bisa menghabiskan waktu berjam-jam membaca tanpa henti hingga larut dalam ceritanya.
Manfaat dirasakan, membaca memberikan banyak manfaa. Secara emosional dan intelektual, merasa lebih cerdas dan tenang, bahkan rasa lelah bisa hilang setelah membaca.
"Buku membantu saya lebih peduli dan empati karena saya bisa 'memakai sepatu orang lain' dan melihat dunia dari perspektif mereka, sehingga saya tidak mudah menghakimi. Selain itu, membaca melatih saya berpikir lebih kritis dan cepat dalam menangkap informasi," ungkapnya.
Di rumah, keluarganya memiliki kebiasaan berdiskusi setelah membaca buku, yang membuat wawasan dan pemahaman satu sama lain semakin mendalam.
"Manfaat besar yang saya rasakan ini juga mendorong saya untuk berbagi dengan orang lain. Pada tahun 2022, saya bersama teman-teman mendirikan komunitas literasi Sebuku dan dengan program utama Lapak Baca Gratis. Tujuannya adalah agar semakin banyak orang bisa merasakan manfaat dari membaca, terutama mereka yang sulit mengakses buku bacaan," bebernya.
Mereka bercita-cita menciptakan lingkungan yang mendukung minat baca, sehingga membaca bisa menjadi kebiasaan yang positif dan bermanfaat bagi banyak orang.
Ada beberapa tips versi Hafidzaturrahmi agar betah membaca. Cari buku yang bisa membuatmu jatuh cinta dan ingin terus membacanya. "Kenali apa yang membangkitkan rasa ingin tahumu dan telusuri jawabannya melalui bacaan kata Bendahara Ruang Literasi HSU ini.
Kemudian, jadikan membaca sebagai cara untuk melupakan rasa resah, lelah, atau overthinking. "Ikut serta dalam komunitas pecinta buku untuk meningkatkan semangat dan pengalaman membaca karena lingkungan berpengaruh," tandas Co-Founder Komunitas Literasi Sebuku ini. (dea)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Hafidzaturrahmi.jpg)