Book Lover
Buku Jadi Cara Melihat Dunia
Dayang Natasha Binti Awang Gafar, mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin mengaku suka membaca novel, kisah keagamaan, dan buku motivasi.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Melalui pembacaan berbagai bahan bacaan, gadis asal Mukah, Sarawak, Malaysia ini, memperoleh banyak manfaat yang berguna bagi pengembangan diri.
Dayang Natasha Binti Awang Gafar, demikian nama lengkap mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin tersebut mengaku suka membaca novel, kisah keagamaan, buku motivasi, buku ilmiah, surat kabar dan komik.
"Bagi saya, novel membantu meningkatkan imajinasi dan kemahiran bahasa. Sedangkan kisah keagamaan memperkokoh nilai spiritual dan akhlak," ucap Dayang yang lahir di Sarawak, 6 Agustus 2002.
Buku motivasi dan pengembangan diri meningkatkan keyakinan, disiplin, dan semangat hidup.
Buku ilmiah dan surat kabar menambah pengetahuan umum serta melatih pemikiran kritis. Komik menjadikan membaca lebih santai dan membantu mengurangi tekanan.
"Secara keseluruhan, membaca membentuk pemikiran yang matang dan memperkaya kualitas kehidupan saya," ungkap Dayang yang kuliah di Banjarmasin sejak 2022.
Dayang gemar membaca sejak usia muda, karena aktivitas membaca bukan saja membantunya menambah ilmu pengetahuan, malah meluaskan pemikiran dan meningkatkan kefahaman terhadap pelbagai aspek kehidupan.
Melalui membaca, Dayang belajar berpikir kritis, menilai sesuatu hal dengan lebih matang, serta memperoleh inspirasi yang membentuk kepribadian dan cara melihat dunia.
Anggota Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia di Indonesia (PKPMI) 2025–2026 ini, meluangkan membaca saat waktu lapang, khususnya malam karena suasananya sunyi dan tanpa gangguan.
Dalam sehari, ia tidak menentukan berapa lama harus membaca, sebab yang ia pentingkan adalah bagaimana kualitas membaca.
"Memahami isi kandungan dengan baik, selesai satu bab, mencapai tahap pemahaman yang memuaskan," tukasnya.
Jadi, baginya, kualitas membaca lebih penting dari kuantitas, karena tujuan utama membaca adalah untuk menambah ilmu dan mengambil pengajaran.
"Saya biasanya membeli buku apabila terdapat keperluan pembelajaran atau menemui bahan bacaan yang benar-benar menarik," tukas penerima Beasiswa Hikmah Sarawak dan Beasiswa Kemenag bagi Mahasiswa Asing ini.
Dayang membeli buku secara offline maupun online. Baginya, beli offline membuatnya bisa menilai isi buku secara langsung, sedangkan pembelian online apabila buku susah ditemukan di toko buku.
Selain beli buku, pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa Antasari, Fakultas Syariah 2025–2026 ini juga meminjam buku di perpustakaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Dayang-Natasha-Binti-Awang-Gafar.jpg)