Book Lover

Keajaiban Membacakan Nyaring untuk Anak

Tiya yang juga praktisi read aloud (membacakan nyaring), merasakan langsung keajaiban membacakan anak buku secara rutin.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasinpost.co.id
Tiya Radam, praktisi read aloud . 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Zaman sekarang selain buku cetak, juga ada e-book dan audiobook? Meski demikian, ibu satu ini tetap memilih buku cetak, sebab menurutnya ada koneksi langsung ketika menyentuh kertasnya dan melihat lembar-lembar halamannya. 

"Beberapa kali baca e-book, meski lebih praktis tapi saya belum terbiasa," demikian alasan ibu rumah tangga, praktisi Read Aloud, Bookstagram @tiyaradam ini.

Dibanding konten digital yang begitu mudah diakses, menurut Tiya, buku cetak bisa memberi kita jeda untuk berpikir serta menambah rentang fokus yang sudah semakin berkurang akibat konten-konten video pendek di berbagai platform.

Mengenai awal suka membaca, Tiya mulai menyukai dunia buku dan membaca sejak sekolah dasar. Berawal dari beberapa buku lusuh di perpustakaan sekolah dan rutin dibelikan orangtua majalah Bobo setiap minggu.

"Buku yang saya sukai itu berbeda di tiap fase. Remaja sempat suka genre fantasi, komedi, romansa, dan fiksi edukatif. Tapi belakangan ini yang mendominasi adalah genre mystery thriller. Membaca genre ini bagi saya jadi seperti pemantik pikiran dan waktu 'istirahat' dari rutinitas ibu rumah tangga yang kadang menjemukan. Saya jadi ikut berpikir, mengamati, dan mengasah deduksi, tapi tetap terhibur," paparnya.

Urusan membaca, Tiya melakukannya kapan saja dan di mana saja. Kadang di sela-sela masak, cuci baju, jemput anak sekolah, dan waktu luang lainnya. Jadi, ia usahakan selalu membawa satu buku dalam tas.

"Sebulan rata-rata 2 sampai 4 buku, tergantung ketebalannya," ujar Tiya yang suka karya penulis Jepang Akiyoshi Rikako dan penulis dalam negeri, Dee Lestari.

Buku yang paling berkesan dan mengubah cara pandangnya adalah berjudul Saatnya Ibu Menjadi Ibu karya Febrianti Almeera. Buku ini meyakinkannya bahwa pilihan seorang ibu, entah menjadi Ibu rumah tangga ataupun ibu pekerja adalah selalu benar, tergantung dari kondisi kita sendiri. 

"Tidak ada yang lebih baik, asal kita memahami tugas utama ibu terlebih dahulu," katanya.

Adapun cara sederhana menumbuhkan minat baca sejak dini, lanjut Tiya, dengan membacakan buku pada anak sedini mungkin.

Kebetulan Tiya juga praktisi read aloud (membacakan nyaring). Secara pribadinya sudah merasakan langsung keajaiban membacakan anak buku secara rutin, cukup 10-15 menit per hari. 

"Anak jadi punya banyak kosakata, komunikasinya bagus, cara berpikirnya terbentuk, jadi gemar membaca bahkan anak pertama saya tiba-tiba bisa membaca sendiri tanpa diajari," ungkapnya.

Bagi pemula, sarannya, mungkin bisa baca Laskar Pelangi dari Andrea Hirata atau Negeri 5 Menara dari A Fuadi. Tapi bagi yang lebih suka ada fantasinya mungkin serial Bumi dari Tere Liye.

Saat ini Tiya juga suka menulis cerpen, beberapanya pernah dimuat di majalah dan koran, serta buku antologi.

"Saya senang tulisan dengan bumbu lokalitas serta hubungan antarmanusia, kebanyakannya antara anak dan orangtua," tandasnya. (Salmah saurin)

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved