Book Lover

Aliefia Belajar Menikmati Setiap Tugas

Ada buku yang mengajarkan Aliefia tentang menikmati setiap tugas-tugas yang ada, dan mencari hal termudah untuk mengerjakannya.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasinpost.co.id
Aliefia Karamah, mahasiswa STAI Rakha 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tidak semuanya harus sesulit itu. Itulah kesan didapat Aliefia Karamah setelah membaca buku Effortless yang menjelaskan bahwa hal-hal esensial dapat dikerjakan dengan lebih mudah.

"Ada banyak sekali isi dalam buku ini, antara lain bahwa lelah fisik dan mental bukanlah suatu kehormatan," kata mahasiswi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Sekolah Tinggi Agama Islam Rasyidiyah khalidiyah (STAI Rakha) Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU) ini.

Tiga poin utama dalam buku ini yaitu keadaan tanpa kesulitan, aksi tanpa kesulitan, dan hasil tanpa kesulitan. 

Buku ini mengajarkan Aliefia tentang menikmati setiap tugas-tugas yang ada, mencari hal termudah untuk mengerjakannya, adanya irama, peningkatan, dan pencegahan masalah. 

Buku ini juga mengajarkan tentang rasa syukur. Bahwa rasa syukur adalah sesuatu yang dahsyat dan dapat menjadi katalisator. 

"Rasa syukur dapat membangkitkan sistem pertahanan diri yang positif di manapun dan kapanpun diaktifkan," jelas gadis kelahiran Rantau Karau Hulu, 18 November 2005 tersebut.

Diakui Aliefia, sejak kecil ia termasuk anak  pemalu. Ketika sudah bisa membaca, ia langsung jatuh cinta dengan buku dan menjadikannya sebagai teman.

"Saya lebih suka baca buku nonfiksi, baik itu tentang sejarah, kebudayaan, maupun psikologi dan kesehatan," ujar warga Jl Alabio-Babirik, HSU ini.

Ia juga membaca buku self-improvement di antaranya Effortless karangan Greg McKeown, Ikigai (Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur Orang Jepang) karangan Francesc Miralles dan Hector Garcia.

Kemudian buku The Perfect Muslimah oleh Ahmad Rifa'i Rif'an, Berbicara itu ada seninya karangan Oh Su Hyang, buku-buku psikologi yaitu 50 Mitos Keliru dalam Psikologi karangan Scott O Lilienfeld dan buku Membaca Kepribadian Orang karangan Gregory G Young. 

"Juga buku tentang keagamaan dan tokoh-tokoh Indonesia seperti Gus Dur, dan sebagainya," tukas Peraih IPK Tertinggi 4.00 Prodi TBI STAI RAKHA Amuntai semester ganjil 2024 dan semester genap 2025 tersebut.

Aliefia yang juga Wakil III Galuh Kebudayaan HSU 2025, meluangkan waktu khusus untuk membaca setiap pagi sekitar 30 menit, kemudian dilanjutkan di waktu luang.

"Saya membiasakan diri membaca setiap hari, meskipun hanya sebentar. Biasanya sekitar 1–2 jam, dan bisa lebih jika memiliki waktu luang," kata Aliefia yang juga Juara 3 Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Fisika tingkat Kabupaten HSU 2023.

Membaca memberikan banyak manfaat baginya. Seperti pepatah, seseorang hanya memiliki satu pengalaman hidup, tetapi dengan membaca, kita bisa merasakan banyak pengalaman dari berbagai sudut pandang.

Manfaat lain, waktu luang menjadi lebih bermanfaat. Menambah wawasan sehingga mudah bergaul dan berdiskusi. Lebih bijak dalam menghadapi masalah. Meningkatkan empati dan kemampuan memahami diri sendiri

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved