Nasional

Waspada Bagi Perempuan, Berawal Kenalan di Instagram SF Dirudapaksa, ini Kronologinya

Seorang wanita muda di Surabaya, Jawa Timur berinisial SF (23) dirudapaksa oleh laki-laki yang dikenalnya di Instagram

Editor: Rahmadhani
Trubun Lampung/Dody Kurniawan
Ilustrasi pelecehan seksual. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Waspada bagi perempuan bila berkenalan dengan pria tak dikenal di sosial media. 

Seorang wanita muda di Surabaya, Jawa Timur berinisial SF (23) dirudapaksa oleh laki-laki yang dikenalnya di Instagram.

SF menjadi korban rudapaksa seorang pria berinisial DPP (24) setelah sebelumnya saling mengenal melalui instagram.

Dari saling berbalas direct message, lalu saling tukar nomor handphone. Ketemulah mereka. Namun, belakangan, SF mengaku telah dirudapaksa DPP, setelah membalas chat.

SF melaporkan DPP ke Polrestabes Surabaya. Wanita itu dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), pada Senin (15/10). Dia tampak datang didampingi pengacara.

Johan Widjaja, pengacara mengatakan, DPP diduga menyetubuhi SF secara paksa 15 September lalu. 

Baca juga: Kronologi Ayah Aniaya Anak Tiri Hingga Meninggal di Karang Bintang Tanbu, Dilakukan Berulang-ulang 

Baca juga: Sosok Abi Sudirman Predator Anak di Tangerang, Pakai Baju Gamis Saat Diundang ke Acara TV

Bukan hanya dari alat vitalnya, DPP juga diduga telah menyetubuhi dari lubang anus.

"Sampai selang satu bulan pengakuan korban duburnya bermasalah. Kalau buang air besar keluar darah, kalau dibuat duduk njarem," ungkap Johan.

Dugaan rudapaksa itu, dikatakan Johan, terjadi di rumah DPP Jalan Ploso Timur. Bahkan, kliennya dirudapaksa saat keluarga DPP sedang berada di rumah.

DPP sengaja mengajak kliennya berkunjung ke rumah sekira pukul 23.00 WIB. Malam itu keluarga DPP sedang tidur. DPP menggunakan kesempatan itu menyetubuhi korban di sofa.

"Korban disekap, dalam keadaan terancam celananya dipelorot. Pertama dari vagina, setelah itu melanjutkan lagi dengan cara sodomi," katanya.

Malam itu kliennya merasa seperti menghadapi malapetaka. Korban hanya bisa tertegun diam saat diantarkan pulang oleh DPP. Selang sekitar dua minggu, korban akhirnya berani cerita kepada orang tuanya. Tak terima anaknya dilecehkan, DPP diajak membuat laporan ke polisi.

Johan mengungkapkan kliennya mengenal DPP dulu tahun 2017 mengenal dari Instagram. Dulu mereka pernah ketemu di rumah kliennya. 

DPP mengaku kepada SF pengusaha kuliner sukses di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Setelah itu, mereka tidak pernah ketemu. 

Pada 15 September lalu, DPP mengajak ketemu. DPP mengatakan ingin ke korban ingin ngobrol-ngobrol lagi. Setelah janjian, DPP menjemput korban di rumah. Korban awalnya mengira DPP akan mengajak nongkrong di cafe. Namun, yang terjadi malah dilecehkan.

Berita ini sudah tayang di Tribun Jatim

Sumber: Surya Online
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved