Berita Tanahlaut

10 Rumah Nelayan Muara Asamasam Hilang, Begini Kronologinya

Kawasan pesisir selalu rentan abrasi. Begitu pula di kampung nelayan di Desa Muara Asamasam, Kecamatan Jorong

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Kamardi Fatih
banjarmasin post
Beginilah kondisi siring pengaman bibir pantai di Desa Muara Asamasam yang mulai terserak dan menurun. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kawasan pesisir selalu rentan abrasi. Begitu pula di kampung nelayan di Desa Muara Asamasam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel.

Penuturan sejumlah warga setempat, Selasa (22/10/2024), cukup banyak rumah yang berada di area pesisir yang terdampak hantaman gelombang besar saat musim pasang besar.

Di beberapa tempat, dapur rumah warga posisinya persis di bibir pantai sehingga sangat rawan terjangan gelombang. Dulu, jaraknya lumayan jauh namun karena terus menerus tergerus abrasi hingga akhirnya daratan sedikit demi sedikit menghilang.

Pantauan di lokasi, siring pengaman pesisir pantai setempat berupa gorong-gorong yang tengahnya dicor semen, sebagian telah terserak. Gelombang pun menjadi bebas melintas.
Sebagian lagi yang masih berdiri tegak pun tak kokoh lagi, di antaranya mulai miring dan umumnya posisinya telah menurun atau perlahan ambles.

Pemandangan seperti itu antara lain terlihat di lingkungan RT 5. Pada bentang panjang sekitar 100 meter tak ada lagi rumah nelayan. 

"Rumahnya sudah hilang terdampak gelombang. Rusak berat lalu penghuninya pindah ke tempat lain yang aman," sebut Mega, warga Muara Asamasam.

Dikatakannya, kurun waktu tiga tahun terakhir, ada sekitar sepuluh rumah nelayan di lingkungan RT 5 yang hilang. 

Gelombang yang begitu besar terjadi pada Januari 2021, persis ketika bencana banjir besar melanda beberapa kecamatan di Tala. karena itu rumah-rumah warga yang berada di bibir pantai mengalami kerusakan berat.

Sebenarnya, abrasi menjadi hal yang sangat merisaukan kalangan nelayan di bibir pantai. Apalagi, dampak yang ditimbulkan cukup besar.

Selasa (22/10/2024), hampir semua permukiman nelayan yang berada di kawasan bibir pantai di Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan, rawan terdampak abrasi.

Satu di antaranya seperti kampung nelayan yang berada di Desa Muara Asamasam, Kecamatan Jorong. Rumah-rumah nelayan setempat yang berada di garis bibir pantai juga banyak yang mengalami kerusakan serius.

"Dampaknya tak cuma rumah yang rusak. Bahkan lapangan bola di kampung kami pun hilang," kata H Faidal, kepala Desa Muara Asamasam.

Lapangan tersebut dikatakannya berada di lingkungan RT 5. Saat terjadi bencana banjir besar Januari 2021, gelombang sangat besar juga melanda pesisir Muara Asamasam.

Akibatnya lapangan bola tersebut tercabik oleh hunjaman gelombang besar. Daratan terus tergerus hingga akhirnya fasilitas umum tersebut kini hilang.

Faidal mengatakan, break water baru saja dibangun pemerintah di beberapa titik, termasuk di lingkungan RT 5.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved