Mom and Kids

Paham Arti Menang dan Kalah

Geonie sering buka TikTok sambil joget-joget. Melihat itu, ibundanya pun paham bahwa anaknya suka bergaya dan punya kepercayaan diri.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin post
Geonie Virgina Oktavianie, dengan penghargaan yang diraih 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Geonie sering buka TikTok sambil joget-joget. Melihat itu, ibundanya pun paham bahwa anaknya suka bergaya dan punya kepercayaan diri.

Geonie Virgina Oktavianie adalah anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan George Riciard dan Kusmedya Ningsih warga Perumahan Seribu, Martapura, Kabupaten Banjar.

Geonie kemudian diarahkan ibunya ke dunia fashion dan menari agar bakatnya bisa tersalurkan secara positif. "Ternyata dia merespon, suka dan berlatih hingga sekarang," kata sang ibu, Ningsih.

Sederet prestasi ia dapatkan antara lain sebagai Juara Harapan 1 Fashion tingkat Nasional di Bandung, Juara 1 Fashion Ironeood di museum, Juara 1 Fashion Casual Sasirangan di Banjarmasin, Juara Harapan 1 Fashion Baju Adat Dayak.

Meski demikian, ibunya tetap menanamkan pemahaman bahwa tidak selalu kita dapat juara, dan saat tidak dapat prestasi tak perlu bersedih.

"Saya selalu memberi pemahaman dengan cara yang ia pahami sesuai usianya. Makanya walau dia punya ambisi menang, tapi saat kalah ia bisa menerima, ia sudah mengerti," tukas Ningsih.

Jangan berharap menang, tampilkan yang terbaik. Menang rezeki, kalah bukan rezekimu. Itulah pesan Ningsih kepada putrinya yang lahir di Kotabaru 21 Oktober 2014 tersebut.

Sebab itulah, jika ikut lomba fashion dan pulang tak bawa prestasi, maka Geonie alam bilang, "Mamah hari ini aku belum dapat rezeki."

Tak hanya kepada Geonie, pesan motivasi tersebut juga disampaikan kepada semua, yaitu lima anaknya sehingga masing-masing punya rasa syukur yang sama.

"Setiap anak beda sifat, namun mereka sama dalam hal mentalitas. Saya ajarkan untuk selalu bersyukur atas yang kita dapat," pungkas Ningsih. 

Secara karakter, Geonie adalah anak yang periang, meski sifatnya agak keras namun ia anak yang mudah berteman.

Menurut sang ibu, juga terhadap guru di sekolah, Geonie akrab dan suka bertanya kepada mereka karena ia menang ingin tahu banyak hal.

Di rumah, Geonie yang kini berusia 10 tahun seperti halnya kakak-kakanya juga diajarkan mandiri. "Urusan makan, cuci piring, semua sudah bisa ia lakukan sendiri," kata sang ibu.
Begitupula ketika tampil lomba fashion maupun menari, tak perlu lagi didampingi orangtua, karena sudah ada kakaknya yang mendampingi.

"Dia akrab dengan saudaranya, jadi walau tak sama saya, dia tetap percaya diri didampingi kakaknya," pungkas Ningsih. (dea)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved