Tribun Smart

Rela Bolak-balik Banjarmasin-Tabalong

Widiya yang bertugas sebagai Putri Pariwisata Tabalong 2024, di sela kuliahnya di Banjarmasin, ia harus komitmen untuk promosi wisata Tabalong.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin post
Widiya Maharani, Puteri Pariwisata Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Konsekuensi bagi seorang Duta Wisata adalah mesti menjalankan program selama setahun masa jabatan. Bahkan jarak yang jauh bukan menjadi alasan untuk tidak melaksanakan tugas.

Seperti halnya Widiya Maharani yang saat ini mengemban tugas sebagai Putri Pariwisata Tabalong 2024. Di sela perkuliahannya di Banjarmasin, ia harus komitmen untuk tugas promosi wisata Tabalong.

Tak sekali Widiya mesti pulang ke Tanjung karena ada tugas sebagai Putri Pariwisata misal ada acara seremonial atau kegiatan lainnya.

"Kalau pulang, biasanya mengendarai sepeda motor. Kenapa tidak pakai taksi atau travel? Sebab kalau naik motor sendiri akan mudah kalau ada hal mendadak, misal mesti cepat balik lagi ke Banjarmasin," alasannya.

Sebagai promotor pariwisata Tabalong, Widiya menyadari bahwa dirinya adalah role model bagi kaum muda untuk sadar wisata.

Salah satu objek wisata yang ia promosikan saat ini adalah Gua Liang Tapah, dinamakan demikian karena mengandung legenda bahwa dalam gua tersebut ada ikan tapah berukuran besar. "Dalam gua ada ada kolam air berwarna biru," ujar Widiya, seraya mengatakan, objek wisata ini ramai dikunjungi, mengingat akses sangat mudah.

Dengan waktu tempuh dari Tanjung hanya 30 menit, sesampai di sana kita akan disuguhi panorama pegunungan dengan tebing-tebing. "Saya promosi obyek wisata ini melalui Instagram dengan konten yang menarik dan inovatif sehingga memikat orang untuk datang," katanya.

Mahasiswi Universitas Sari Mulia Banjarmasin Jurusan D3 Kebidanan ini juga mengimbau kepada masyarakat luas agar jaga kebersihan saat berkunjung ke objek wisata. "Ke mana kita melangkah utamakan kebersihan, bawa sampah kita, jangan tinggalkan di tempat wisata," pesannya.

Jadikan karakter kita bahwa berkunjung tanpa mengotori apalagi merusak lingkungan dan ekosistem wisata. Sebab objek wisata yang kotor maka orang lain pun malas berkunjung.

"Utamakan eco friendly, sadari pula bahwa tempat wisata adalah milik kita bersama bukan milik pemerintah," tegas Widiya yang juga Putri Universitas Sari Mulia Banjarmasin 2024. 

Dikisahkan juga, awal Widiya mengenal organisasi adalah ketika ia bergabung di Forum Anak Daerah Tabong. Saat itu ia masih duduk di bangku SMP.

"Organisasi tersebut berada di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Anak dan Wanita, jadi kita juga mendapat pembekalan pengetahuan dalam bertugas," jelas Widiya.

Ada beberapa permasalahan anak yang ia temui dan menjadi target solusi agar anak-anak khususnya di Tabalong dapat terhindar dari hal buruk. "Narkoba, merokok, pergaulan bebas dan lainnya adalah masalah yang bisa memengaruhi anak, ini yang coba kami atasi," katanya.

Harapan Widiya, semua pihak mau peduli dengan kondisi anak bangsa. Apalagi bagi anak yang bermasalah agar semua pihak membantu menyelamatkan si anak agar bisa kembali menatap masa depan gemilang. (dea)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved