Tribun Smart

Aktif Edukasi Cegah Kanker

Sebagai bidan, Wahyuni Sri Rusdahyanti, merasa bertanggungjawab untuk memberikan cara pencegahan dan deteksi kepada sesama kaum Hawa.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin post
Wahyuni Sri Rusdahyanti 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kanker payudara menjadi kanker yang banyak  menyebabkan kematian. Sebagai bidan, Wahyuni Sri Rusdahyanti, merasa bertanggungjawab untuk memberikan cara pencegahan dan deteksi kepada sesama kaum Hawa.

"Masih banyak wanita yang belum memahami apa dan bagaimana penyakit tersebut. Makanya berdasarkan hasil pengkajian menunjukan rendahnya pengetahuan wanita tentang kesehatan reproduksi," ungkap Wahyuni.

Saat melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Sungai Tabuk Kota RT03 dan RT04, Banjar, Wahyuni berupaya memberikan edukasi kepada para wanita untuk selalu menjaga kesehatan reproduksi mulai dari Wanita Usia Subur (WUS) sampai kondisi perempuan tersebut memasuki masa menopause. 

Wahyuni yang pada 2023 meraih Sarjana Kebidanan dan kini melanjutkan pendidikan Profesi Bidan, melaksanakan pengabdian masyarakat berupa Midwifery Project (MP) pada Agustus 2024 tersebut sebagai salah satu syarat kelulusan dan tugas akhir menyelesaikan pendidikan Profesi Bidan.

"Midwifery Project ini memberikan edukasi dan mempraktikan cara pemeriksaan payudara sendiri di rumah," jelasnya.

Metode diajarkan yaitu Sadari alias pemeriksaan payudara secara mandiri yang merupakan salah satu cara untuk  mendeteksi atau skrining adanya benjolan payudara .

Kemudian metode Sadanis atau pemeriksaan  payudara klinis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. “ Saat itu hadir 20 wanita usia subur yang mendapat edukasi," kata Wahyuni.

Harapannya para wanita yang hadir dapat memahami edukasi yang diberikan dan dapat mempraktikannya di rumah secara mandiri serta menginformasikan kepada wanita lainnya.

"Saat itu saya menyampaikan materi mengenai ciri-ciri kanker payudara, penyebab serta memperagakan cara pemeriksaan payudara sendiri menggunakan phantom payudara yang bisa di lakukan di rumah secara mandiri," paparnya.

Selanjutnya dilakukan sesi diskusi, para peserta boleh bertanya tentang apa saja seputar penyakit tersebut. "Mereka punya keingintahuan yang besar terhadap kanker payudara, makanya saat diskusi banyak pertanyaan dilontarkan dan mereka berterimakasih atas edukasi yang diberikan," kata Wahyuni.

Diingatkan pula bahwa pelaksanaan kegiatan edukasi kesehatan reproduksi dengan metode edukasi pemeriksaan payudara sejak dini secara mandiri merupakan upaya langkah awal untuh mencegah terjadinya kanker payudara

"Harapannya dengan mengetahui cara pemeriksaan payudara sendiri di rumah maka mereka dapat dengan teratur mendeteksi  serta membuat wanita ingat pentingnya menjaga kesehatan reproduksi," pungkas Wahyuni.

Semasa kuliah, gadis satu ini juga aktif berkegiatan organisasi, beberapa jabatan ia emban dan dilaksanakan dengan baik.

Di kampus, Wahyuni pernah menjabat Sekretaris Himpunan Mahasiswa Kebidanan (Himakeb) Universitas Sari Mulia.

Wahyuni juga menjadi Bendahara Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Sari Mulia dan Bendahara Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia Kalimantan Selatan (FL2MI Kal-Sel).

Di luar kampus, ia juga menjadi Finalis Duta Genre Kalimantan Selatan 2021-2022 dan Runner Up Putri Pariwisata Tanah Bumbu 2019.

Meski banyak kegiatan organisasi namun ia juga tak melupakan tugasnya belajar, terbukti Wahyuni meraih Mahasiswa Berprestasi Non Akademik 2021-2022. (dea)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved