Selebrita

Satu Pabrik Uang Tantri Kotak Rutin Hasilkan Rupiah, Pantas Berani Singgung Niat Pensiun Bermusik

Satu pabrik uang Tantri Kotak rutin cetak rupiah, pantas berani bayangkan niat pensiun bermusik.

Editor: Achmad Maudhody
Instagram tantrisyalindri
Tantri Kotak dan sang suami. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Belasan tahun sudah sosok Tantri Syalindri Ichlasari alias Tantri Kotak berkecimpung di industri musik Indonesia.

Bersama Cella dan Chua, karier Tantri melalui Band Kotak meroket dan menjelma sebagai salah satu grup musik papan atas di tanah air.

Album demi album yang ditelurkan Band Kotak digandrungi para penikmat musik khususnya kalangan anak muda.

Dari kariernya bermusik, Tantri dirumorkan punya penghasilan fantastis.

Namun tak cuma itu, Tantri diam-diam juga punya satu pabrik uang yang sudah rutin mencetak rupiah untuknya.

Baca juga: Kris Dayanti Ngebet Jadi Pejabat Lagi, Yuni Shara Bongkar Tabiat Istri Raul Lemos: Adik Saya Ini

Usut punya usut, tak cuma bayaran sebagai vokalis, Tantri juga bisa mengisi pundi uangnya dari penghasilan sebagai juragan indekos.

Hal itu awalnya terungkap saat Tantri menjawab pertanyaan soal hengkangnya sang suami, Arda dari Band Naff yang dulu membesarkan namanya.

"Jadi mas Arda itu jalani solo karier dan jadi penulis. Itu pekerjaan dia sekarang dan mengurusi bisnis," kata Tantri Kotak ketika ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat dikutip dari Wartakotalive.com, Senin (11/11/2024).

Mengenai bisnis, Tantri mengatakan kalau ia dan sang suami, Arda punya bisnis properti berupa satu unit indekos di Yogyakarta, yang sudah berjalan sejak sebelum pandemi.

"Alhamdulillah kan kita dikasih kepercayaan untuk punya aset indekos di Yogyakarta, jadi salah satu yang memang selain bernyanyi sebagai solo karir Mas Arda, dia juga menguruskan urusan indekos, dan lain-lain," ucap wanita berusia 35 tahun.

"Jadi ya itu sih yang memang di luar dari musik yang kita kerjakan," tambahnya.

Tantri mengaku sengaja tidak membangun indekos di Jakarta, karena biaya pembangunannya cukup mahal.

Akhirnya Tantri dan Arda memilih membuatnya di Yogyakarta.

"Alasan lain karena aku orang Yogyakarta dan ibuku di daerah Yogyakarta. Kenapa juga disana, karena memang kami pengen banget punya aset yang bisa kita tinggali suatu saat," jelasnya.

"Terus ya memang di sana pun kan, kayaknya aku melihat dari segi bisnisnya, pelajar banyak, terus abis itu banyak juga wisatawan-wisatawan yang ke sana," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved