Breaking News

Berita Banjarmasin

Diborong Konsumen, Serbuk Jahe Merah Siswa SMK di Banjarmasin Ini Sering Kehabisan Stok 

Para siswa terlihat sibuk berlalu-lalang membawa wadah berisi bubuk halus berwarna cokelat kemerahan. 

|
Penulis: Khairil Rahim | Editor: Edi Nugroho
(Banjarmasinpost.co.id/khairil rahim)
Pelajar SMK Unggulan Husada Banjarmasin berhasil memproduksi produk herbal berkualitas.  

BANJARMASINPOST.BANJARMASIN - Sejak pagi, suasana SMK Unggulan Husada Banjarmasin terasa berbeda. 

Para siswa terlihat sibuk berlalu-lalang membawa wadah berisi bubuk halus berwarna cokelat kemerahan. 

Ternyata, kehebohan ini disebabkan oleh kegiatan Teaching Factory (Tefa) pembuatan serbuk jahe merah instan yang sedang berlangsung, Rabu 20/11/2024) pagi.

SMK Unggulan Husada Banjarmasin berhasil menciptakan gebrakan baru di dunia pendidikan. Melalui program Teaching Factory (Tefa), para siswa, khususnya yang mengambil jurusan farmasi, belajar secara langsung memproduksi produk herbal berkualitas. 

Salah satu produk unggulan mereka adalah serbuk jahe merah instan siap konsumsi.

"Program Tefa di sekolah kami dimulai sejak tahun ajaran 2024 sebagai bentuk pengimbasan dari SMKN yang ada di Banjarmasin," ujar Kepala Sekolah, Apt. Hj. Popong Nurapipah, S.Farm via pesan tertulis.

Proses pembuatan serbuk jahe merah instan ini melibatkan seluruh siswa jurusan farmasi dan para guru. Mereka bekerja sama mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga pemasaran. 

"Dalam sekali produksi, kami bisa menghasilkan hingga 100 pouch serbuk jahe merah dengan berat 200 gram," ungkap Popong.

Menariknya, produk ini ternyata sangat diminati oleh masyarakat.

 "Pangsa pasar kami sangat baik. Kami bahkan sering kehabisan stok karena banyaknya permintaan," tambah Popong. Hal ini tentu menjadi motivasi tersendiri bagi siswa dan guru untuk terus mengembangkan produk dan meningkatkan kualitasnya.

Popong menjelaskan Teaching factory (Tefa) di SMK Unggulan Husada dimulai pada tahun ajaran 2024. Sebagai bentuk kegiatan pengimbasan Tefa dari SMKN yang ada di Banjarmasin

Produk dipasarkan secara random kepada masyarakat umum melalui promo secara langsung atau online berupa instagram.

Pembuatan produk mengikuti jadwal yang sudah dosusun oleh bagian kurikulum. Artinya, Tefa ini merupakan proses pembelajaran di sekolah yang berdasarkan industri.

"Sehinga tidak ada mengganggu pelajaran sama sekali, bahkan sangat menunjang falam proses pembelajaran berkolaborasi.

Harapanannya ujar Popong adalah pengembangan produk semakin baik, juga sistem pembelajaran semakin sempurna sehingga memberikan bekal dan manfaat bagi siswa juga gurunya.

Kegiatan ini berjalan lancar berkat pihak dukungan program Tefa di SMK Unggulan Husada, baik dari pemerintah pusat, perintah daerah, yayasan khususnya Pembina Yayasan Anwar Hadimi,SE dan pengawas harian yayasan apt. Arif Rahman, S.Si., M.MKes dan pengelola sekolah, mitra DUDI, juga para orang tua siswa.

(Banjarmasinpost.co.id/khairil rahim)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved