Tribun Smart
Gali Ilmu Meracik Kopi
Salah satu pelaku bisnis kopi adalah perempuan satu ini, Astried Leony Teodore, yang sehari-hari bekerja meracik kopi alias sebagai barista.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kopi menjadi salah satu minuman favorit anak muda zaman sekarang. Tak heran banyak kedai kopi yang selalu penuh dengan anak muda. Dan kopi tak hanya dinikmati mereka sebagai minuman tetapi juga jalan bisnis.
Salah satu pelaku bisnis kopi adalah perempuan satu ini, Astried Leony Teodore, yang sehari-hari bekerja meracik kopi alias sebagai barista.
Astried, kelahiran Pelaihari 4 Maret 1998 adalah seorang penggemar kopi, bahkan sejak kecil sudah mengenal minuman hitam dan pahit yang kini banyak varian rasa tersebut.
"Ibu saya punya warung kopi, makanya saya sudah tahu kopi sejak kecil, akhirnya saya pun suka minum kopi dan kini jadi peracik kopi," ungkap anak pertama dari dua bersaudara ini.
Setamat sekolah, Astried memilih berkarier di bidang kopi. Dan yang ia lakukan adalah merantau ke luar pulau untuk bekerja di bisnis yang kian tahun terus meningkat trennya tersebut.
Gadis 27 tahun itu menapakan kakinya di tanah Sumatera, tempat asal ayahnya untuk menemui keluarga di sana sembari mencari lowongan pekerjaan. "Setelah melewati beberapa rangkaian tes, saya diterima sebagai SPG (sales promotion girl) peralatan pembuat minuman kopi di Bandar Lampung," ungkapnya.
Lantas pada 2020 ia beralih kerja sebagai barista. Karena memang menyukai kopi dan punya kegemaran menyeruput minuman tersebut maka tak perlu waktu lama untuk menjadikannya mahir.
Selain belajar sendiri, Astried juga mengikuti beberapa training membuat kopi. Begitupula belajar bagaimana menghias kopi melalui teknik latte art. Bahkan untuk menguji kemampuannya, Astried juga mengikuti lomba-lomba menghias kopi.
Kini Astried kembali ke tanah kelahirannya dan mengembangkan kemampuannya di Asam-Asam, Tanah Laut dengan bekerja sebagai barista.
Menurut Astried ia menyenangi bekerja sebagai barista karena dari pekerjaan ini ia tidak hanya mendapat rezeki tapi juga bisa tambah teman. "Pekerjaan ini seru, saat kumpul-kumpul juga bisa diskusi dan dapat pengetahuan baru," tukasnya.
Sebagai barista, Astried juga harus kreatif dengan membuat racikan khas sendiri yang menghasilkan kopi signature. "Ya, sudah sering membuat kopi kreasi sendiri. Kopi dicampur susu, dikombinasi lagi dengan bahan yang lain, saya coba-coba rasanya," tukas Astried.
Dalam meracik kopi untuk kebutuhan konsumen, diakui Astried perlu pula mengetahui bagaimana selera mereka. "Ikut tren pasar, kemudian kita sesuaikan dan berikan racikan khas kita sendiri," demikian menurut Astried.
Astried merasa nyaman bekerja sebagai barista, sebab baginya kerjanya relaks walau diakui tetap ada target yang harus dicapai.
"Terpenting kerja itu yang disenangi membuat kita relaks melakukannya. Juga memberikan ruang untuk berkreasi," alasannya.
Menurut Astried ia merasa dunia kopi adalah jalan hidupnya, sebab itu ia juga ada keinginan suatu saat bida punya usaha kafe sendiri. "Ya, masih menabung untuk kumpulkan modal, semoga suatu saat bisa mewujudkan rencana saya," katanya.
Harapan Astried dengan memiliki usaha sendiri ia juga bisa membantu orang lain mendapatkan pekerjaan. (dea)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Astried-L-Teodore.jpg)